Bantul

Ratusan Pelajar di Bantul Ramaikan Lomba Olahraga Tradisonal di Lapangan Parangkusumo

Kegiatan ini dilakukan guna melestarikan dan menumbuhkan minat para pelajar pada permainan tradisional.

Ratusan Pelajar di Bantul Ramaikan Lomba Olahraga Tradisonal di Lapangan Parangkusumo
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Para pelajar mengikuti lomba olahraga tradisonal di Lapangan Parangkusumo Bantul, Sabtu (17/11/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menggelar lomba olahraga tradisonal di lapangan Parangkusumo, Bantul, Sabtu (17/11/2018).

Kegiatan ini dilakukan guna melestarikan dan menumbuhkan minat para pelajar pada permainan tradisional. 

Lomba olahraga permainan tradisional ini diikuti oleh ratusan siswa, yang terdiri dari tingkat sekolah dasar (SD), SMP, hingga SMA se-Kabupaten Bantul.

Baca: Gaji Guru Indonesia Jauh Kalahkan Rusia dan Lebih Tinggi dari China

Kepala Seksi Olahraga Disdikpora Bantul, Marsinem, mengatakan ada tiga jenis olahraga tradisional yang dilombakan dalam festival ini.

Tiga permainan tersebut yakni lomba Egrang, Bakiak/terompah panjang dan hadang.

Masing-masing perlombaan tradisional ini diikuti oleh para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA dari cabang putra dan putri.

"Tujuannya, untuk melestarikan budaya permainan anak. Memperkenalkan olahraga tradisional yang sudah hampir dilupakan," tutur Marsinem saat ditemui di sela-sela perlombaan.

Selain itu, kata Marsinem, tujuan dari perlombaan olahraga tradisional ini juga sebagai upaya ikut serta dalam memeriahkan festival Parangtritis yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Bantul.

"Jadi kita sinergitas antar OPD (organisasi perangkat daerah), antara Dinas pendidikan dan Dinas pariwisata," jelasnya.

Menurut Marsinem, olahraga tradisional sangat penting dikenalkan kepada para pelajar.

Mengingat, kecanggihan teknologi sekarang ini membuat para pelajar lebih sering bermain lewat gawai ataupun gadget.

Dengan adanya olahraga tradisional ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pelajar, bahwa zaman dahulu ada permainan tradisional yang bisa dimainkan dengan menyenangkan.

"Ketika anak-anak bisa bermain dengan gembira, harapannya, mereka akan cinta dengan olahraga tradisional," pungkas dia. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved