Kurangi Resiko Bencana Akibat Hujan, Eko Suwanto Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, di Posko Rembug Community Yogyakarta

Kurangi Resiko Bencana Akibat Hujan, Eko Suwanto Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan
Ist
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, di Posko Rembug Community Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Kali Belik yang membelah wilayah Kota Yogyakarta saat musim kemarau aliran airnya kecil. Sungai ini lebarnya juga hanya beberapa meter saja.

Namun demikian, sungai yang dulu terkenal dengan sebutan Kali Mambu kemudian berganti nama menjadi Kali Manunggal itu tidak boleh bisa dianggap remeh, karena menyimpan potensi banjir yang luar biasa ketika terjadi hujan deras di musim penghujan seperti sekarang ini.

“Kali Belik sebenarnya sangat kecil namun memiliki potensi banjir. Banjir akibat luapan air tidak berlangsung lama tetapi dampaknya lebih ngeri, tidak kalah dengan sungai besar di DIY yaitu Kali Code dan Kali Winongo,” ungkap Kusnandar, Ketua Katana (Kampung Tangguh Bencana) Kelurahan Klitren Gondokusuman.

Potensi bencana yang mungkin terjadi disebabkan meluapkannya Kali Belik ini dia paparkan Kamis (15/11/2018) malam pada acara silaturahim sekaligus penyerapan aspirasi yang diadakan Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, di Posko Rembug Community Yogyakarta di Kampung Klitren.

Mewakili warga Klitren, Endro Sulaksono yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Gondokusuman itu mengakui banjir yang terjadi di wilayah Klitren lazim terjadi ketika musim hujan tiba seperti sekarang ini.

Ditanya soal persiapan warga menghadapi musim hujan saat ini, Endro yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Yogyakarta ini memaparkan warga sudah melakukan kegiatan bersih-bersih Kali Belik, terutama di wilayah Klitren dari utara sampai selatan. Tujuannya supaya airnya mengalir lancar.

Didampingi Ketua Rembug Community Yogyakarta, Boni, dia mengakui keberadaan Katana sangat penting mengingat wilayah Gondokusuman terutama daerah Klitren memang rawan bencana banjir berasal dari luapan Kali Belik.

Selain itu, Katana juga sudah menyiapkan tanggul. Tujuannya untuk mengantisipasi jika turun hujan deras keberadaan tanggul itu setidaknya bisa menahan air masuk ke rumah-rumah warga.

Secara umum, peralatan yang dimiliki Katana relatif lengkap sedangkan kendalanya belum memiliki tenda evakuasi.

Merespons persiapan warga menghadapi kemungkinan datangnya bencana di musim, politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto sebagai Ketua Komisi A DPRD DIY yang bermitra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY itu selain menyampaikan apresiasi, dirinya juga siap membantu kesulitan-kesulitan yang dialami warga terkait dengan penanganan bencana.

Halaman
123
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved