Nasional

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Sebut Pajak Rokok Adalah Pajak Dosa

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Sebut Pajak Rokok Adalah Pajak Dosa

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Sebut Pajak Rokok Adalah Pajak Dosa
Antara Foto
Kartu BPJS Kesehatan

TRIBUNJOGJA.COM – Pernyataan yang menyatakan perokok adalah pahlawan bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dibantah oleh Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari.

Andayani menegaskan bahwa pajak rokok merupakan pajak dosa atau sin tax yang tidak secara langsung dialokasikan untuk JKN.

Dia menerangkan jika menerapan sin tax yang dilakukan pemerintah kepada pajak rokok yang besar dimaksudkan untuk mengurangi jumlah perokok.

Baca: Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, dan Parkir di Kota Yogya Dibayarkan secara Online

“Apakah betul perokok itu pahlawan JKN itu tidak. Pemerintah menetapkan sin tax atau pajak dosa kepada rokok yang tinggi dimaksudkan agar orang tidak merokok,” terangnya dalam Talkshow Tembakau dan BPJS Kesehatan yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM pada Jumat (16/11/2018).

Di Indonesia sendiri, sin tax merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mengurangi mismatch JKN serta pembiayaan penyakit akibat rokok.

Baca: Penyakit Ini Perlu Diwaspadai Saat Musim Penghujan

Dia mengatakan jika sebetulnya kontribusi pajak rokok merupakan bagian dari masing-masing kabupaten/kota. Sedangkan pemberian suntikan dana untuk ketercukupan kesehatan adalah melalui pajak dosa.

“Besar pajak rokok 10% dari Cukai Rokok. Untuk provinsi mengambil 30% sedangkan kabupaten/kota 70%. Ini nanti diprioritaskan untuk mendukung JKN paling sedikit 50% dari alokasi DHBCHT,” katanya.(tribunjogja)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved