Breaking News:

Yogyakarta

Seluruh Wahana Bianglala dan Kora-Kora Ditutup, Pasar Malam Sekaten Diharapkan Tetap Bisa Meriah

Haryadi kembali menegaskan bahwa semua ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bianglala di arena Sekaten yang sempat mengalami insiden terbalik kabinnya. Foto diambil pada Senin (12/11/2018) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wahana permainan Bianglala dan Kora-kora di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2018 secara resmi ditutup.

Keputusan penghentian operasional tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Selasa (13/11/2018) kemarin.

Hal itu tak lepas dari insiden terbaliknya kabin penumpang salah satu wahanan bianglala, yang ada di arena PMPS, Minggu (11/11/2018) kemarin.

Bianglala terbalik di Sekaten
Bianglala terbalik di Sekaten (Ist/dok. Nurdin)

Keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Sampai PMPS 2018 ini memang tidak ada peristiwa. Semua berjalan aman-aman saja. Tapi insiden kemarin memberikan sinyal pada kita semua untuk lebih berhati-hati," tuturnya dalam jumpa pers di Balaikota, Selasa (13/11/2018).

Haryadi kembali menegaskan bahwa semua ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban, sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh warga Yogyakarta, pengunjung PMPS, dan operator. Kami memutuskan hal itu melalui pertimbangan yang telah dikoordinasikan dengan seksama," ucapnya. 

Evi Wahyuni, Ketua Tim Pemanfaatan Lahan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) bersama tim saat melakukan peninjauan di lokasi kejadian bianglala terbalik, Senin (12/11/2018).
Evi Wahyuni, Ketua Tim Pemanfaatan Lahan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) bersama tim saat melakukan peninjauan di lokasi kejadian bianglala terbalik, Senin (12/11/2018). (TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan)

Tercatat, total ada 15 wahana yang ada di arena pasar malam Sekaten yang dipastikan berhenti beroperasi.

15 wahana tersebut terbagi atas 8 wahana Kora-kora dan 7 wahana bianglala (kincir angin).

15 wahana tersebut berasal dari dua operator yakni Berkah Ria dan Diana Ria yang sudah menjadi langganan pengisi dalam perayaan sekaten.

Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa perayaan pasar malam Sekaten akan terus berjalan.

Dengan tidak adanya wahana bianglala (kincir angin) dan kora-kora ini diharapkan perayaan sekaten tetap meriah dan menjadi pesta rakyat dan masyarakat.

"Kita harap semua pihak dapat memaklumi, baik masyarakat maupun operator wahana, ini demi keamanan," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved