Bantul

Musim Hujan, Warga Bantul Diminta Waspada Ancaman Pohon Tumbang dan Banjir

Masyarakat diminta untuk waspada dan selalu menjaga kebersihan sungai demi mengurangi risiko bencana.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Plt BPBD Bantul Dwi Daryanto (depan) ketika meninjau sampah yang menyumbat di Bendungan Ngancar, Pajangan, Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Memasuki awal musim penghujan, angin berhembus cukup kencang, masyarakat Kabupaten Bantul diminta tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal ini menyusul potensi adanya bencana pohon tumbang.

"Musim hujan saat ini pasti ada angin kencang. Di wilayah kabupaten Bantul pohon besar masih banyak, terutama dipemukiman juga masih banyak. Saya himbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," kata Plt Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, saat ditemui Tribunjogja.com, kemarin.

Baca: Musim Hujan Tiba, Warga Paliyan Cari Putul untuk Dikonsumsi dan Dijual

Untuk mengantisipasi potensi kerugian lebih besar, ia mengajak masyarakat dengan kerelaan dan kesadaran untuk mengkondisikan pohon-pohon besar yang ada di sekitar rumah masing-masing.

Manakala pohon sudah lebat bisa ditebang, sebaiknya ditebang.

Namun, apabila dirasa tidak perlu ditebang maka sebaiknya dipangkas ranting dan dahannya saja, supaya dapat mengurangi beban pohon tersebut.

Sehingga ketika terjadi angin kencang, pohon tidak mudah tumbang.

"Ini yang menjadi harapan kita," ujarnya.

Selain ancaman pohon tumbang, bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam akibat curah hujan yang tinggi adalah banjir.

Dwi menghimbau kepada masyarakat yang berada di dekat bantaran sungai untuk peduli.

Dengan ikut serta menangani masalah tumpukan sampah yang menyumbat di sepanjang aliran sungai.

Menurutnya, bencana bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja, tetapi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Baca: Antisipasi Kenaikan Harga di Musim Penghujan, Pemda DIY Perlancar Pasokan Sayuran ke Yogyakarta

"Saya berharap masyarakat betul-betul memahami ini, supaya bisa ikut serta menjaga kebersihan sungai," tuturnya.

"Sehingga tidak terjadi bencana seperti di daerah-daerah lain," imbuh dia.

Lebih lanjut, kedepan, menurut Dwi, intensitas curah hujan yang mengguyur akan semakin meningkat.

Puncaknya diperkirakan akan terjadi sampai bulan Desember-Januari mendatang.

Sehingga masyarakat diminta untuk waspada dan selalu menjaga kebersihan sungai demi mengurangi risiko bencana. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved