Betulkah Memperkecil Lambung Bisa Atasi Diabetes, Ini Penjelasannya

Operasi bariatrik adalah operasi penurunan berat badan dengan cara memanipulasi ukuran lambung. sehingga asupan makanan ke lambung akan terbatas

Betulkah Memperkecil Lambung Bisa Atasi Diabetes, Ini Penjelasannya
IST/Oren
Ilustrasi Obesitas dan diet 

Jadi ketika makanan masuk lewat kerongkongan dan turun ke lambung, dalam waktu singkat akan masuk juga ke usus.

“Operasi MGB membuat orang tersebut mengasup sedikit makanan, sayangnya nutrisi dari asupan itu juga tidak diserap seluruhnya, ” jelas Handy.

Bukan Sedot Lemak

Sayangnya, banyak orang salah kira, operasi bariatrik sama dengan operasi sedot lemak.

Dari tindakan medisnya saja jauh berbeda, pun tujuannya. Bariatrik tidak ditujukan pada pasien obesitas demi tujuan penampilan semata.

https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/07/shutterstock_525472390.jpg?x54339

Tujuan utamanya adalah tubuh sehat dengan berat badan yang normal. Seperti diketahui berbagai gangguan kesehatan timbul ketika seseorang mengalami obesitas.

Nah, setelah bariatrik, penyakit-penyakit risiko ini diharapkan berkurang bahkan hilang sama sekali, seiring penurunan berat badan yang signifikan.

Itu sebabnya penurunan berat badan dengan bariatrik juga menawarkan manfaat yang langsung bisa dirasakan.

“Hanya untuk yang IMT-nya sudah melebihi 37,5 atau kategori obesitas ekstrem,” ungkap Handy.

Ada pengecualian khusus untuk orang dengan berbagai komplikasi obesitas.

Contoh mereka boleh menjalani operasi bariatrik pada angka IMT 32,5. Namun sekali lagi, sudah terdapat komplikasi obesitas.

Baca: Korban Pelecehan Seksual Kepsek Dihukum, #SaveIbuNuril Galang Dana untuk Bayar Denda Rp500 Juta

Operasi hanya boleh dilakukan pada orang dewasa berusia 18-65 tahun yang tidak bermasalah jantung dan paru-paru.

Bariatrik juga dilakukan ketika lambung kosong dan sehat. Bila terdapat gangguan seperti luka atau infeksi, sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu.

Sehingga bisa dikatakan bahwa operasi bariatrik dianggap sebagai langkah terakhir apabila semua jenis penanganan obesitas tidak berhasil.

Sebab, efek samping dari operasi ini adalah kemampuan lambung yang hanya mampu menampung sedikit asupan seumur hidupnya, sehingga nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi dengan maksimal.

Itulah sebabnya pasca-operasi, pasien harus rutin mengonsumsi suplemen yang tidak bisa dipenuhi melalui makanan. (Tika Anggreni Purba/Intisari)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved