Breaking News:

Yogyakarta

PLN Telah Siapkan Pasokan Listik untuk NYIA Kulon Progo

PLN juga telah menyiapkan jaringan-jaringan baru untuk mendukung infrastruktur yang saat ini juga masih dalam proses pembangunan.

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu
Suasana pekerjaan lapangan pada proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulon Progo, Jumat (26/10/2018). Pembangunan terus dikebut untuk mengejar target operasional pada April 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM – Berkaitan dengan adanya pembangunan bandar udara (bandara) baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA), saat ini PT PLN Persero sudah menyiapkan jaringan serta pasokan listrik.

Audi Damal, Senior Manager General Affairs PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjelaskan jika pihaknya telah siap menyambut adanya bandara baru yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Dia menjelaskan, PLN bukan hanya sudah menyiapkan listrik untuk proses pembangunan NYIA semata, namun juga sampai tahap pengoperasian bandara.

“Untuk NYIA, listrik sudah kita siapkan sekitar 5 Megawatt. Jadi dari sisi ketenagalistikan, kita sudah siap. Sampai untuk tahap pengoperasian kita juga sudah siap,” katanya.

Bukan hanya itu, Audi juga mengungkapkan jika pihaknya juga akan siap mendukung infrastruktur yang lain seperti jalan tol.

Baca: Bandara NYIA Kulonprogo Siap Beroperasi pada April 2019 Mendatang

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, PLN juga telah menyiapkan jaringan-jaringan baru untuk mendukung infrastruktur yang saat ini juga masih dalam proses pembangunan.

“Kita akan mendorong infrastruktur. Kalau untuk infrasuktur, sebenarnya yang paling utama adalah ketenagalistikan. Kita sudah siapkan untuk mendukung infrastuktur,” terangnya.

Bukan hanya itu, Audi mengatakan jika PLN juga akan mendukung kepentingan industrial.

Untuk wilayah Jateng-DIY, saat ini memiliki cadangan atau surplus pasokan listrik sebanyak 2.000 Megawatt yang cukup untuk mendukung investasi di Jateng-DIY.

“Kebutuhan listik paling besar untuk kawasan industri hanya maksimal sekitar 30 Megawatt. Kita yakin mampu memenuhi kebutuhan energi setiap investasi yang dilakukan pemerintah,” katanya. (*)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved