Insiden di Drama Kolosal 'Surabaya Membara', Wali Kota Tri Rismaharini Akhirnya Buka Suara

Pemerintah Kota Surabaya tidak menerima izin dari pihak penyelenggara soal acara drama kolosal

Insiden di Drama Kolosal 'Surabaya Membara', Wali Kota Tri Rismaharini Akhirnya Buka Suara
Tribun Jatim
Proses evakuasi jenazah penonton Surabaya Membara yang tertabrak kereta api di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat 

Dan hal ini sudah disampaikan oleh Tri Rismaharini kepada jajaran pejabat di pemerintahannya.

"Kita nggak ada uang santunan, nggak bisa karena kalau dikasih satu harus semua."

"Saya sudah sampaikan ini ke Pak Sekda (sekretaris daerah, red.), yang jelas sampai perawatan tuntas."

"Kita nggak bisa kasih santunan karena lihat uang kita nggak ada cash, ini untuk santunan (hari, red.) pahlawan kita urunan," ujar Tri Rismaharini.

Namun rupanya tindakan lepas tangan Tri Rismaharini ini akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Seperti yang diberitakan oleh Surya Malang melalui TribunStyle kemarin (11/11/2018), Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab terhadap korban tragedi Surabaya Membara.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

"Jadi yang meninggal, sakit, dan terluka akan menjadi tanggung (jawab, red.) Pemprov Jatim," ungkap Soekarwo kepada Surya Malang (10/11/2018).

Untuk korban meninggal dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan sejumlah Rp 10 juta.

Dalam sebuah wawancara Kompas TV dengan koordinator drama kolosal Surabaya Membara, pihaknya mengatakan bahwa acara ini sudah mengantongi izin dari kepolisian.

Bahkan Taufik, koordinator drama kolosal Surabaya Membara sudah melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya dan pihak pemadam kebakaran. (*/Kompas TV/surya malang/TribunStyle/Grid)

Editor: ton
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved