Bantul

LAPAN : Hasil Litbangyasa Bisa Untuk Dukung Program Pembangunan di Daerah

LAPAN : Hasil Litbangyasa Bisa Untuk Dukung Program Pembangunan di Daerah

LAPAN : Hasil Litbangyasa Bisa Untuk Dukung Program Pembangunan di Daerah
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Lapan sosialisasikan hasil Litbangyasa di Pendopo Gandung Pardiman center, Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Sabtu (10/11/2018) 

"Bagaimana memanfaatkan teknologi antariksa untuk kesejahteraan umat manusia," terangnya.

Indonesia sudah membuat perpres, tinggal saat ini, yang harus dilakukan, menurut Chris adalah mendukung kebijakan itu sehingga rakyat di seluruh Indonesia bisa sejahtera.

Baca: Botol Anggur Tertua di Dunia Ini Belum Pernah Dibuka Sejak Abad 4

Dalam pemanfaatan hasil Litbangyasa, sejauh ini, diakui Chish, Lapan sudah bekerjasama dengan 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Tiap-tiap Provinsi memanfaatkan hasil penelitian dari Lapan sesuai kebutuhan. Semisal Aceh ataupun Jawa Tengah menggunakan citra setelit dalam pengurusan perpajakan bumi bangunan (PBB).

Citra satelit oleh Pemda Jawa Tengah digunakan untuk pemetaan setiap jengkal tanah yang ada di Semarang.

"Jadi, orang [bayar pajak] tidak lagi bisa ngibul (bohong), mengakunya tanah doang tapi ternyata ada bangunan. Pembangunan mengaku segini, ternyata sekian. [lewat citra satelit] ketangkep semua," jelas dia.

Selain itu, citra satelit juga bisa digunakan untuk mitigasi bencana. Semisal tiba-tiba di suatu daerah terjadi tanah longsor. Lewat pemetaan dengan mancocokan antara gambar sebelum dan sesudah bencana, akan lebih mudah mengetahui posisi korban ada dimana.

"Dengan citra satelit, ini loh sebelumnya gambarnya seperti ini, setelah longsor gambarnya seperti ini. Kemungkinan orangnya tertimbun di sini. Padahal areanya banyak, tapi kita bisa tahu," paparnya.

Selain longsor, menurut Chris, data yang dimiliki Lapan juga sangat bermanfaat untuk proses penanggulangan bencana banjir. Semisal, beberapa banjir rob yang terjadi di Pekalongan ataupun kota Semarang.

Baca: Cara Atasi Wifi Android Error Dan Tidak Bisa Tersambung

Dari tahun 1988 sampai data terkini tahun 2018, Lapan selalu mencatat dan monitor penurunan tanah. Berapa centimeter setiap tahunnya, penurunan tanah yang terjadi di Pekalongan dan kota Semarang. "Lapan selalu monitor dan memiliki data tersebut," terang dia.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved