Agenda Jogja Hari Ini

Warga Sleman Kembali Akan Gelar Upacara Adat Pager Bumi

Upacara adat Pager Bumi kembali akan digelar masyarakat Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (9/11/2018).

Warga Sleman Kembali Akan Gelar Upacara Adat Pager Bumi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Upacara adat Pager Bumi kembali akan digelar masyarakat Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (9/11/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat agar tidak punah, sekaligus sebagai peringatan hari ulang tahun Desa Wisata Pulesari yang keenam Tahun.

Baca: Candi Kedulan, Primadona Baru Wisata Bersejarah di Sleman

Rangkaian Upacara adat Pagar Bumi “Sapar Rebo Pungkasan” diawali dengan pengambilan air suci di Pajupat Limo Pancer yang dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat.

Air suci tersebut dibawa ke Masjid Darussalam untuk dikumpulkan jadi satu, Selanjutnya dilaksanakan sholat Da'ul Balak atau Tolak balak yang artinya menolak mara bahaya yang akan ditimbul dipulesari.

Selanjutnya dilakukannya Pemabacaan Surat Yasin, Mujahadah dan Pembacaan Amaliah kemudian seluruh jamaah yang hadir meniup air yang dikumpulkan jadi satu tersebut.

Air Suci dibawa para bergodo pager bumi mengelilingi Dusun Pulesari dengan menyiram mengucurkan ke tanah batas kampung tanpa terputus.

Selama berkeliling, barisan bregodo melakukan ritual topo bisu sembari membaca istighfar dan ayat kursi dalam hati.

Setelahnya masyarakat desa berkumpul di titik utara Desa Pulesari yaitu pendopo Cipto Wening untuk melakukan tasyakuran atau khataman.

“Upacara adat ini selain berdoa meminta keselamatan juga untuk mengenang asal muasal cikal bakal Dusun Pulesari, serta melestarikan budaya tradisional oleh para generasi muda,” ujar Didik, selaku pengelola Desa Wisata Pulesari melalui siaran tertulis yang diterima Tribunjogja.com.

Upacara Adat Pager Bumi dimeriahkan dengan adanya rangkaian acara Gelar pertunjukan Seni, Kamis (8/11/2018) Jathilan Reog Turonggo Krido Budoyo dari Imorejo, Wonokerto, Turi, Sleman dan Jumat (9/11/2018) Jathilan Klasik Bangun Krido Turonggo dari Bangunsari, Bangunkerto, Turi, Sleman.

Siang harinya setelah Salat Jumat, (9/11/2018) diadakan prosesi kirab arak-arak tumpeng dari Masjid Darussalam Pulesari Menuju Pendopo Cipto Roso Desa Wisata Pulesari.

Sebelum diperebutkan oleh warga dan pengunjung yang saat itu hadir, ada acara Pertunjukan Tari Persembahan Pudjhiastuti dan Pembacaan Narasi dan Mocopat Dumadining Dusun Pulesari.

Baca: Kabupaten Sleman Dukung Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta

Setelah itu semuanya dilakukan tumpeng yang sudah ada di hadapan para hadirin didoakan oleh kyai terlebih dahulu dengan harapan mendapatkan berkah dari berbagai macam jenis gunungan tersebut.

Gunungan tersebut mencakup gunungan wuluwetu, gunungan kupat dan gunungan ambengan.

“Kegiatan ini merupakan satu dari beberapa upaya untuk menjaga dan melestarikan seni budaya turun temurun semoga juga semakin memajukan destinasi wisata di Sleman, khususnya Desa Wisata Pulesari. Karena Pulesari adalah satu di antara Desa Wisata yang ada dikabupaten Sleman" imbuh Didik. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved