Mac Miller Dikabarkan Meninggal Dunia karena Keracunan Campuran Fentanyl dan Kokaina
Kematian rapper sekaligus mantan kekasih Ariana Grande, Mac Miller diduga karena keracunan campuran obat fantanyl dan kokaina.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Kematian rapper sekaligus mantan kekasih Ariana Grande, Mac Miller diduga karena keracunan campuran obat fantanyl dan kokaina.
Media TMZ mengabarkan asisten Mac menemukan sang rapper tidak sadarkan diri di tempat tidurnya.
Asisten mengatakan jika Mac menjadi 'biru' saat menelepon panggilan darurat 911.
Saksi juga mengaku melihat darah mengalir dari satu lubang hidung Mac.
Empat botol alkohol kosong ditemukan di dekat meja tidur, dan sebotol pil resep terdapat di kamar mandi.
Beberapa pil yang ditemukan di kediaman Mac Miller termasuk Xanax, oxycodone, hydrocodone, dan generic Adderall.
Tribunjogja.com melansir dari laman TMZ, Selasa (6/11/2018), kantor polisi L.A. County melaporkan adanya 'keracunan obat campuran," terutamanya fentanyl, soda, dan alkohol.
Kantor kepolisian mengategorikannya sebagai kematian akibat overdosis yang tidak disengaja.
Mac Miller meninggal dunia pada bulan September di rumahnya, San Fernando Valley.
(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rapper-mac-miller_20180908_095900.jpg)