Pendidikan

StiPram Yogyakarta Akan Menjalin Kerjasama dengan Rusia Melalui Program Joint Degree

StiPram Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Umum dengan menghadirkan Duta Besar Indonesia Untuk Federasi Rusia, M Wahid Supriyadi.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Ketua StiPram Yogyakarta, Suhendroyono bersama dengan Duta Besar Indonesia Untuk Federasi Rusia, M Wahid Supriyadi usai mengisi kuliah umum 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berangkat dari fenomena dunia pariwisata yang mengalami perubahan, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (StiPram) Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Umum dengan menghadirkan Duta Besar Indonesia Untuk Federasi Rusia, M Wahid Supriyadi.

Baca: Stipram Beri Penghargaan pada Didi Kempot Sebagai Seniman yang Populerkan Destinasi Wisata

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Kuliah Umum yang berlangsung pada Senin (5/11/2018) ini membahas mengenai Komparasi Pola Pikir Pengembangan Pariwisata Nasional ke Depan.

Ketua StiPram Yogyakarta, Suhendroyono mengatakan, negara-negara yang dulu dikenal dengan sebutan tirai bambu atau tirai besi kini sudah membuka sektor pariwisata seluas-luasnya.

Ia juga menyebutkan, baru-baru ini Rusia juga menjadi satu dari beberapa destinasi wisata yang menakjubkan.

"Karena meninggalkan histori yang banyak sekali. Di satu sisi, pengembangan pariwisata di Rusia tidak kalah dengan negara pariwisata besar di dunia, khususnya di Eropa," katanya.

Itulah sebabnya pada kesempatan kali ini, pihaknya mengundang Duta Besar Indonesia Untuk Federasi Rusia, M Wahid Supriyadi untuk menceritakan mengenai pariwisata yang ada di Rusia.

Suhendroyono menambahkan, Rusia juga telah menjadi motor pariwisata di era milenium.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya juga ingin menjalin kerjasama dengan Rusia.

Ia mengatakan, kurun waktu dua tahun belakangan ini, StiPram Yogyakarta bersama dengan Himpunan Pendidikan Tinggi Pariwisata (Hildiktipari) sudah melakukan kajian maupun survei serta lobi-lobi ke Rusia, Spanyol, Perancis, Turki maupun Belanda.

"Dalam dua tahun ini kita baru mengkaji melakukan survey sekaligus melobi Rusia. Sehingga Duta Besarnya kita undang sekaligus bercerita. Tahun depan kita mulai lakukan MoU," ujar dia.

Melalui kerjasama tersebut, ada beberapa program yang akan dilaksanakan oleh StiPram, diantaranya melalui pertukaran pelajar, pertukaran dosen dan Joint Degree.

Ia menjelaskan, progran Joint Degree yakni mahasiswa hanya kuliah selama dua semester saja, tetapi sudah mendapat dua sertifikat, baik dari StiPram maupun perguruan tinggi luar negeri tersebut.

"Dalam waktu dekat kita bikin MoU untuk Joint Degree, jadi satu kali kuliah di StiPram bisa mendapat dua ijazah, satu ijazah StiPram satu ijazah luar negeri," tuturnya.

Ia pun mengatakan pihaknya juga sudah membicarakan progran ini dengan Duta Besar Indonesia Untuk Federasi Rusia.

Baca: Isi Kuliah Umum di Stipram, Ini Tiga Pesan Utama Kapolda DIY Kepada Mahasiswa

"Tadi saya sudah rembugan, Pak Dubes akan fasilitasi perguruan tinggi pariwisata. Saya pikir (Joint Degree -red) bagus. Karena masyarakat rusia sudah mulai gila wisata, turis rusia mulai masuk ke Asia," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved