Yogyakarta

KPAI Imbau Jangan Gunakan Anak untuk Kepentingan Politik

KPAI mengimbau untuk tidak menyertakan anak dalam urusan kepentingan politik.

KPAI Imbau Jangan Gunakan Anak untuk Kepentingan Politik
istimewa
Retno Listyarti (kanan) Komisioner KPAI Bidang Pendidikan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Terkait video viral yang tersebar di jagat maya Instagram dalam Aksi Bela Tauhid pada Jumat (2/11/2018) lalu.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) buka suara.

Baca: KPAI Harap Pembagian Tenda Sekolah Darurat di Palu Donggala Non-Diskriminasi

KPAI mengimbau untuk tidak menyertakan anak dalam urusan kepentingan politik.

Pihaknya menyesalkan adanya anak kecil yang ikut serta dalam aksi tersebut bahkan berorasi. Pihaknya menilai aksi ini memiliki muatan politis yang tergambar dari video tersebut.

Selain itu, dalam video juga terlihat jelas anak kecil tersebut mengarahkan para peserta aksi untuk mengajak memilih kontestan politik nomor urut tertentu.

"Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan adanya dugaan penyalahgunaan anak untuk kepentingan politik kelompok tertentu saat aksi bela Tauhid pada Jumat (2/11/2018) lalu, sebagaimana dapat disaksikan dalam video tersebut," terang Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan lewat pesan Whatsapp.

Melihat hal tersebut, KPAI pun mengambil beberapa langkah dan imbauan.

Diantaranya mendorong BAWASLU mengusut dengan tugas dengan kewenangan yang dimiliki terkait dugaan pelanggaran tersebut.

"KPAI menilai bahwa video tersebut sudah memenuhi unsur penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik," katanya melanjutkan.

Lebih lanjut, KPAI menyesalkan aksi bela tauhid tersebut disisipi dengan pesan kampanye politik dan dikaitkan dengan Pemilihan Presiden.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved