Kota Yogya

BPBD Kota Yogyakarta Minta Masyarakat Jadi Satpam Sungai

Hadapi musim hujan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi meminta masyarakat tepi sungai menjadi satpam sungai.

BPBD Kota Yogyakarta Minta Masyarakat Jadi Satpam Sungai
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
Warga memancing di aliran Kali Code, Bintaran, Yogyakarta, Senin (30/7/2018). Berkurangnya debit air di aliran Kali Code membuat banyak sampah yang menggenang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hadapi musim hujan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi meminta masyarakat tepi sungai menjadi satpam sungai.

Baca: Banyak Limbah yang Dibuang Sembarangan, Sungai Widuri Alami Pencemaran Parah

Hari mengatakan yang mengetahui kondisi sungai secara keseluruhan adalah masyarakat yang tinggal di tepi sungai.

Menurutnya ketika masyarakat lebih peduli terhadap tanda-tanda, kejadian yang tidak diinginkan bisa diantisipasi.

"Pengennya itu warga yang tinggal di tepi sungai jadi satpam sungai. Jadi warga tepi sungai itu sendiri yang menjaga dan mencermati setiap perubahan yang terjadi di sungai. Ibarat rumah sendiri, yang tahu paku lepas kan tuan rumahnya. Sama halnya dengan di sungai," katanya pada Tribunjogja.com, Minggu (4/11/2018).

Ia mengungkapkan, banjir merupakan peristiwa yang terjadi hampir setiap tahun.

Meski tidak menimbulkan banyak korban, namun keewaspadaan masyarakat juga diperlukan.

"Kalau gempa itu kan peristiwa yang lama sekali, belum terjadi yang besar seperti dulu. Tetapi kalau banjir itu hampir setiap tahun. Meskipun tidak memakan banyak korban, beberapa rumah yang melanggar sepadan sungai itu yang jadi korban." ungkapnya.

"Sungai di Yogyakarta itu dalam, jadinya ya kalau banjir tidak akan seperti Jakarta. Nah tetapi kan nanya tepi sungai kan ada tebingnya, ya mungkin saja bisa terjadi longsor," sambungnya.

Oleh sebab itu, pihaknya kini fokus pada Kampung Tangguh Bencana (KTB), khususnya yang berada di pinggir sungai.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved