Kota Yogyakarta

Pengunjung Diminta Memaknai Sekaten

Perayaan Sekaten 2018, tuturnya, tetap menyelaraskan ekonomi, budaya, dan religi.

Pengunjung Diminta Memaknai Sekaten
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
PEMBUKAAN SEKATEN - Penari membawakan tarian Caping Lumbung Tani saat pembukaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) Tahun Be 1952/1440 H/2018M di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Jumat (2/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Pembukaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2018 mengatakan bahwa perayaan Sekaten terus berkembang dari tahun ke tahun.

"Ada tiga pokok inti dalam perayaan Sekaten yakni dibunyikannya dua perangkat gamelan di Kagungan Dalem Bagongan Masjid Agung selama tujuh hari berturut-turut, kecuali Kamis malam dan Jumat siang," ujarnya, Jumat (2/11/2018).

Selanjutnya, ia mengatakan pokok inti kedua Sekaten adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW dengan membacakan riwayat Nabi Muhammad SAW.

Pokok inti ketiga adalah pemberian sedekah kepada masyarakat dengan Garebeg sebagai puncak acara Sekaten.

Baca: PMPS 2018 Resmi Dibuka, 10 Stand Masih Kosong

"Jika sudah melihat Sekaten, maka sudah seharusnya menelaah nilai religinya. Dalam ritual Sekaten ada pembacaan risalah Nabi Muhammad SAW yalmi utusan Allah yang merupakan Rahmatan Lil Alamin dan memiliki kepribadian mulia sehingga upacara tradisional berperan membentuk budi pekerti luhur," ungkapnya.

Selanjutnya adalah sejarah yang tidak terlepas dari Wali Songo penyebar agama Islam sebagai dakwah Islam dan berkaitan dengan Sultan selaku ahli waris Mataram pencetus awal diadakannya Sekaten.

"Yang harus dilakukan dengan terus memaknai Sekaten dari berbagai media dakwah. Nilai budaya, Sekaten merupakan percampuran budaya Jawa, Hindu, Budha, dan Islam. Jawa sarat ritual itu yang menjadikan inspirasi Wali Songo yang mengemas ajaran Islam dan budaya yang terangkai dalam Sekaten," ucapnya.

Baca: Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 Resmi Dibuka, Tahun Ini Digelar Lebih Singkat

Perayaan Sekaten 2018, tuturnya, tetap menyelaraskan ekonomi, budaya, dan religi.

"Kita implementasikan ini menjadi pengingat jati diri bangsa untuk membangun Indonesia lebih baik. Perayaan ini juga menjadi daya tarik bagi sektor niaga dan pariwisata sehingga pengunjung mengetahui makna esensial Sekaten," urainya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved