Yogyakarta

Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 Resmi Dibuka, Tahun Ini Digelar Lebih Singkat

Sebanyak 512 stand hampir seluruhnya terisi penuh dan tinggal menyisakan sekira 10 stand saja.

Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 Resmi Dibuka, Tahun Ini Digelar Lebih Singkat
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X didampingi Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membuka Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2018 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (2/11/2018).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kenong sebanyak tiga kali.

PMPS akan berlangsung sampai 19 November mendatang.

Sebanyak 512 stand hampir seluruhnya terisi penuh dan tinggal menyisakan sekira 10 stand saja.

Sebagian besar diisi jualan pakaian, selebihnya kuliner, dan berbagai permainan.

Baca: Kendaraan Roda 4 Dilarang Parkir di Area Alun-Alun Utara Selama Gelaran Pasar Malam Sekaten

Pada sambutannya, Heroe mengatakan Sekaten merupakan simbol perpaduan budaya dan agama yang terus berkembang hingga kini.

Ia pun menyebut, Sekaten tahun ini lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah stand.

"Kami targetkan pendapat sewa stand Sekaten Rp 1 miliar. Kami turut menyampaikan terima kasih pada pada Sri Sultan HB X yang telah memberikan izin penggunaan Alun-Alun Utara, serta dukungan dari Pemda DIY yang turut menyukseskan acara hari ini," kata Heroe.

Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) akan digelar selama 18 hari, yakni pada 2-19 November 2018 di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta.

Baca: Pengunjung Keluhkan Tarif Parkir di Area Pasar Malam Sekaten, Pemkot Diminta Berani Lakukan Penataan

Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X mengatakan, perayaan Sekaten yang merupakan rangkaian dari peringatan Maulud Nabi bisa menjadi sarana interaksi warga bisa mengharmonisasikan antara budaya, religi, dan ekonomi.

Bahkan Sekaten yang sudah menjadi event tahunan juga menjadi daya tarik wisatawan.

"Jika kita sedang menyaksikan upacara sekaten, ada baiknya kita juga menyempatkan diri untuk menelaah makna dan nilai-nilai religi, sejarah, dan kebudayaan yang tersirat dalam setiap ritualnya," katanya.

"Sekaten mengalami perkembangan sejak awal mulanya hingga sekarang. Dalam perkembangannya diharapkan, tetap pada nuansa budaya yang merupakan makna asli yang sakral dari perayaan sekaten, selain sebagai ajang promosi niaga dan pariwisata. Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi semata, namun juga menumbuhkan potensi tradisi budaya Yogyakarta," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved