Gunungkidul

Masyarakat di Daerah Ini Berikan Sanksi Sosial untuk Pelaku Bunuh Diri

Ia menuturkan selain untuk sanksi sosial hal tersebut dilakukan karena didorong juga kepercayaan masyarakat setempat.

Masyarakat di Daerah Ini Berikan Sanksi Sosial untuk Pelaku Bunuh Diri
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Untuk memberikan sanksi sosial terhadap pelaku bunuh diri masyarakat Dusun Kayu Bimo, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari membuat kesepakatan antar warga.

Dalam kesepakatan tersebut, jika ada kasus gantung diri di daerahnya jenazah pelaku tidak disucikan sebelum pemakaman.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh kepala dusun Kayu Bimo, Sutino, saat ditemui Tribunjogja, Jumat (2/11/2018).

"Kami sepakat untuk tidak mensucikan jenazah pelaku gantung diri, jenazah akan diletakkan pada peti mati dan langsung dikuburkan, itu dilakukan supaya tidak ada masyarakat yang ikut-ikutan seperti itu," katanya.

Menurut Sutino hal tersebut bermula saat 3 tahun silam, di daerahnya terjadi gantung diri pada saat itu jenazah disucikan seperti biasa akan tetapi hal tersebut membuat polemik di masyarakat sekitar.

Baca: Dugaan Bunuh Diri Kembali Terjadi Lagi di Gunungkidul

"Malah terjadi polemik, maka dari itu masyarakat saya kumpulkan semua bersama tetua disini, bagaimana sebaiknya," katanya.

Ia menuturkan selain untuk sanksi sosial hal tersebut dilakukan karena didorong juga kepercayaan masyarakat setempat.

"Orang yang gantung diri meninggalnya tidak wajar, karena pelaku belum saatnya untuk meninggal tetapi sudah mengakhiri hidupnya, agar tidak diikuti maka dilakukan hal tersebut," paparnya.

Selain tidak disucikan barang-barang milik pelaku juga dibakar, hal itu dilakukan karena kepercayaan masyarakat sekitar Dusun Kayu Bimo.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved