Bisnis

Kenaikan BBM Picu Inflasi DIY Sebesar 0,13%

BPS memantau perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Yogyakarta pada bulan Oktober 2018 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Kenaikan BBM Picu Inflasi DIY Sebesar 0,13%
internet
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) memantau perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Yogyakarta pada bulan Oktober 2018 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Kota Yogyakarta pada Bulan Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar  0,13%, atau terjadi Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,29 pada September 2018 menjadi 130,46 pada Oktober 2018.

Baca: Inflasi Tahun Depan Diprediksi 4,5 Persen

“Andil terbesar yang mendorong Inflasi adalah komoditas bensin sebesar 0,06%,” kata Kepala BPS DIY, Johanes de Britto Priyono, Kamis (1/11/2018).

Beberapa komoditas utama yang mengalami kenaikan harga pada bulan Oktober 2018 sehingga memberikan andil mendorong  terjadinya inflasi diantaranya bensin/pertamax naik 1,63% dengan memberikan andil 0,06%; kemudian tukang bukan mandor naik 0,71% dengan memberikan andil 0,02%.

Baca: Angkutan Antar Kota Picu Inflasi DIY Sebesar 0,46 Persen

Sebagai perbandingan dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya, 66 kota IHK mengalami inflasi dan 16 kota IHK mengalami deflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kota Palu sebesar 2,27% diikuti oleh Kota Medan  sebesar 1,44%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Cilegon sebesar 0,01%, diikuti oleh Kota Mamuju, Watampone, dan Bandar Lampung yang masing-masing sebesar 0,02%.

Sementara Laju Inflasi kalender 2018 (Oktober 2018 terhadap Desember 2017)  sebesar 1,61% dan laju inflasi year on year (Oktober 2018 terhadap Oktober 2017) sebesar 2,74%. (tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved