Bisnis
Jaga Okupansi, Hotel di Sleman Bermain di Segmentasi
Memasuki November, Ketua BPC PHRI Sleman Joko Paromo menyatakan okupansi hotel di Sleman masih dalam kondisi normal.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki November, Ketua BPC PHRI Sleman Joko Paromo menyatakan okupansi hotel di Sleman masih dalam kondisi normal.
Hal tersebut ia ungkapkan usai peresmian rak brosur informasi hotel dan wisata di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
"Kondisi masih wajar, meski jumlah hotel terus bertambah," kata Joko, Kamis (01/11/2018).
Baca: Apresiasi Perhotelan dan Restoran, Pemkab Sleman Berikan Anugerah Sapta Pesona 2018
Bertambahnya jumlah penginapan tidak membuat Joko khawatir.
Sebaliknya, ia melihat itu sebagai peluang pelaku perhotelan untuk berinovasi dalam menarik wisatawan.
Salah satunya adalah dengan membuat segmentasi dan konsep yang berbeda satu sama lain.
"Jadi kita tidak khawatir akan ada persaingan ketat," ujar Joko.
Baca: Heroe Poerwadi : Mall dan Hotel Harus Punya Akses untuk Disabilitas
Saat ditanyakan mengenai pengusaha kos-kosan yang mulai merambah ke bisnis penginapan ala hotel, Joko pun tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Menurutnya, keberadaan mereka juga turut membantu menambah pendapatan asli daerah dan meningkatkan pariwisata di Sleman.
"Namanya bisnis ya silakan saja, asal dilakukan secara sehat dan sesuai prosedur," kata Joko.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketua-bpc-phri-sleman-joko-paromo_20181101_180504.jpg)