Kota Yogya

HUT Kesad ke 73, Dinsos Kota Yogya Adakan Jamkesus Terpadu untuk Disabilitas

Pelayanan Jamkesus Terpadu bertujuan mendekatkan pelayanan pada penyandang disabilitas.

HUT Kesad ke 73, Dinsos Kota Yogya Adakan Jamkesus Terpadu untuk Disabilitas
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memperingati HUT ke 73 Kesad, Denkesyah 04.04.02, Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Bapel Jamkesos DIY mengadakan Pelayanan Jamkesus Terpadu.

Pelayanan Jamkesus Terpadu juga dihadiri oleh Komandan Korem (Danrem) 072/ Pamungkas, Brigjen TNI Muhammad Zamroni dan Dandenkesyah 04.04.02 Letkol Ckm dr Sumanta, Sp B.

Baca: Meraihkan HUT ke-262 Kota Yogya, Kecamatan Danurejan Gelar Bazar UMKM

Pelayanan Jamkesus Terpadu kali ini merupakan yang ketiga kalinya.

Kepala Rumah Sakit DKT Dr Soetarto dr Virni Sagita Ismayawati, MARS mengatakan tujuan dari Pelayanan Jamkesus Terpadu adalah mendekatkan pelayanan pada penyandang disabilitas.

"Ini sudah berlangsung tiga kali. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan bagi disabilitas. Selama ini kan aksesnya sulit, dan harus jauh. Dengan Jamkesus Terpadu, bahkan bisa dijemput, sehingga sangat memudahkan," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di sela-sela Jamkesus Terpadu di Gedung Balai Pamungkas Rabu (31/10/2018).

Untuk melaksanakan Jamkesus Terpadu jga melibatkan berbagai pihak, seperti PMI, Tagana, LSM, dan lain-lain.

Pihak-pihak tersebut dilibatkan untuk mempermudah pelayanan.

"Bagi yang harus dijemput, nanti kita jemput dari Tagana dan PMI. Kan sudah di data sama Dinsos, nanti dijemput dimana. Kalau sudah selesai ya nanti diantar pulang. Ini kan tujuannya mendekatkan, jadi ya kami fasilitasi semuanya," lanjutnya.

"Kami upayakan semua, dan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Ada sekitar 130 yang terdaftar, tetapi pasti bisa lebih. Nanti setelah kita periksa secara umum, kita rujuk ke dokter mana yang berwenang. Misal butuh rujukan, kami akan beri rujukan. Alat bantu juga nanti kami fasilitasi, bisa perbaikan, atau baru," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Advokasi dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Ch Tri Maryatun mengatakan peserta Pelayanan Jamkesus Terpadu memang difokuskan pada yang membutuhkan alat bantu.

"Kalau jumlah penyandang disabilitas kan memang banyak, tetapi yang kita layani yang punya KMS dan KIS. Lalu yang diutamakan juga yang disabilitas berat dan yang butuh alat bantu. Tadi yang bedridden ada 60, yang kita jemput." katanya.

"Harapannya yang membutuhkan alat juga segera bisa memiliki alat, dan bisa difasilitasi. Memang untuk alat itu tidak langsung. Misal kursi roda, itu butuh sekitar 1 bulan, karena memang disesuaikan dengan fisik yang membutuhkan. Alat bantu dengar juga nanti disesuaikan," sambungnya.

Baca: Pemkot Yogya Beri Penghargaan pada 10 Pemilik Bangunan Heritage

Kepala Seksi Pemeliharaan Kesehatan Jamkesos, Agus Priyanto menambahkan dalam pelayanan Jamkesus Terpadu juga menyediakan rehabilitasi sosial dan juga reparasi alat bantu.

"Jadi kalau nanti ada yang mau latihan ketrampilan, bisa ikut rehabilitasi sosial. Yang istimewa juga kita ada reparasi alat bantu, misal kursi roda sebenarnya ada yang rusak, tetapi perlu ganti sedikit, kita ganti saja yang rusak itu. jadi nanti biaya bisa untuk yang lain. Lalu petugas reparasinya itu juga dari penyandang disabilitas. Ini justru jadi ekonomi baru," tambahnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved