Bisnis

Wilwatikta, Angkat Produk Jamu Jadi Minuman Kekinian

Wilwatikta berusaha mengemas tampilan produknya menjadi lebih menarik dan bernuansa kekinian.

Wilwatikta, Angkat Produk Jamu Jadi Minuman Kekinian
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Brand Manager Wilwatikta, Hardiana Prasanti saat menunjukkan satu dari beberapa produk jamu dari Wilwatikta, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Budaya meminum jamu memang tampak tidak lagi populer belakangan ini.

Kaum muda cenderung lebih memilih minuman softdrink, kopi dan lain sebagainya yang sedang menjadi tren untuk dikonsumsi sehari-hari.

Baca: Tertulis di Serat Centhini, Inilah Ramuan Jamu Kunci Kecantikan Para Putri Keraton

Padahal, khasiat dan manfaat jamu yang dikenal dengan olahan bahan-bahan tradisionalnya cukup kaya bagi kelangsungan aktivitas.

Untuk kembali mengangkat budaya minum jamu agar menjadi populer di kalangan masyarakat, Wilwatikta satu dari beberapa produsen jamu Indonesia berusaha mengemas tampilan produknya menjadi lebih menarik dan bernuansa kekinian.

Brand Manager Wilwatikta, Hardiana Prasanti menuturkan bahwa, pihaknya juga ingin mengangkat warisan sejarah jamu agar lebih dikenal bagi kaum muda Indonesia, sehingga pemilihan nama Wilwatikta sendiri merupakan nama lain dari Kerajaan Majapahit.

Nama tersebut, sambung dia juga tidak terlepas dari pakem lingkungan keraton dahulu yang kerap mengkonsumsi jamu sebagai upaya untuk menjaga kesehatan, kecantikan, serta kebugaran tubuh.

"Lama kelamaan, tradisi itu berkembang dan ikut disajikan kepada para tamu-tamu kerajaan, makanya istilah sekarang ada yang namanya 'jamuan' bagi kerabat atau keluarga yang bertamu," jelas Ana, Selasa (30/10).

Ana juga menjelaskan, produk-produk dari Wilwatikta juga sama dengan delapan jenis jamu yang dulunya diminum Raja Majapahit dan putra-putri keraton, yakni kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, gepyokan dan sinom.

"Namun saat ini kami baru hanya merilis dua produk yaitu, beras kencur dan kunyit asem en lainnya masih dalam persiapan," tambah dia.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved