Yogyakarta

Dedy Shofianto, Seniman Muda Penghasil Karya Seni Kriya Kinetik

Dedi mengaku inspirasinya dalam memilih fokus dengan seni kinetik karena ingin memberikan nuansa karya yang berbeda kepada para penikmat seni.

Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Dedy Shofianto menunjukkan satu di antara karya seni kinetiknya yakni Kumbang Tanduk beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Membicarakan karya seni memang seakan tidak pernah ada habisnya.

Selalu ada yang unik pun berbeda dari hasil paduan ide, rasa, dan inovasi ciptaan manusia ini.

Seperti hasil kreativitas eksplorasi dari seniman muda yang satu ini.

Baca: Mahasiswa Sendratasik 2016 Institut Seni Indonesia Suguhkan Drama 3 Lakon

Dedy Shofianto, alumnus Seni Kriya Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang memanfaatkan media kayu untuk menghasilkan karya patung seni kinetik.

Ditemui Tribunjogja.com belum lama ini, Dedi mengaku inspirasinya dalam memilih fokus dengan seni kinetik karena ingin memberikan nuansa karya yang berbeda kepada para penikmat seni.

Ia mengatakan, bahwa beberapa hasil karya seni yang ditemuinya di Yogyakarta cenderung masih bersifat statis, sehingga kurang menarik antusiasme.

"Saya mencoba untuk memadukan unsur teknologi dengan karya seni kinetik. Sehingga ketika audiens melihat akan timbul interaksi yang terjalin di antara mereka dan menjadikannya seolah-olah satu bagian dari karya seni itu," ucap Dedy.

Lewat media seni kinetik, ia juga ingin menarasikan suatu pesan agar penikmat karyanya bisa mengambil cerita dan kesan deskriptif dari suatu hasil karya itu.

Dalam pilihan tema, Dedy memilih untuk mengangkat hal-hal kecil dalam rupa hewan untuk dijadikan saluran idenya.

Garuda kinetik ciptaannya beberapa saat lalu adalah satu diantara beberapa karya dia.

"Dalam karya itu saya ingin menyampaikan bahwa dengan kepakan sayap Garuda yang seakan ingin terbang adalah makna harapan untuk mewujudkan cita-cita bangsa," sambungnya.

Dalam satu karya, Dedy mengatakan bisa menghabiskan waktu selama satu hingga dua minggu untuk menyelesaikannya, tergantung dari tingkat kerumitan dan bentuknya.

Proses pengerjaan dikerjakannya seorang diri, namun ketika memasuki tahap penyelesaian produk ia dibantu dengan tiga orang tim.

Baca: Jelang UNBK, SMP Institut Indonesia Tambah Komputer

"Yang agak sedikit lama itu ketika proses mencari ide dan membuat sketsanya. Makanya saya dalam menghasilkan suatu rancangan karya itu biasanya tidak stop di satu produk saja, biasanya eksplor ide dan rancangan lain lagi," tambah Dedy.

Ketika disinggung terkait harga jual dari produknya, Dedy menngatakan untuk suatu seri produk harganya bisa dijual dengan rentang Rp 20-50 juta per buah.

"Ukurannya macam-macam, biasanya dari bahan produk, material, perjalanan karya itu sendiri maupun keikutsertaannya pada berbagai pameran," ungkap Dedy. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved