Gunungkidul

Petani Cabai Gunungkidul Mulai Panen

Panen pertama sempat membuatnya gelisah, pasalnya hasil panen yang ia peroleh sangat sedikit.

Petani Cabai Gunungkidul Mulai Panen
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
Seorang petani cabai, Kani saat memetik memetik cabai diladang sewaannya, Minggu (28/10/2018). 

Ia menjelaskan, tidak ada kerumitan dalam melakukan budidaya cabai keriting.

Perawatan seperti tanaman lainnya, yakni dipupuk dan tak kalah penting disiram mengingat saat musim kemarau cuaca sangat terik.

"Disini ada sumur, jadi kita menyiraminya. Kalau tidak disiram tanaman ini akan mati, karena tanahnya merah terkena panas sedikit langsung kering. Cabainya juga akan busuk," kata Kani sambil menunjukan cabai busuk.

Ia mengatakan selama musim kemarau tiba dirinya sudah empat kali melakukan panen.

Panen pertama sempat membuatnya gelisah, pasalnya hasil panen yang ia peroleh sangat sedikit.

"Pertama hanya panen 16 Kg, kedua 60 Kg, ketiga sekitar 1,25 kwintal, sekarang yang ke empat belum selesai tapi sudah dapat 80 Kg," kata dia.

Baca: Ilmuwan Ciptakan Obat Anti-Obesitas dari Senyawa Cabai

Kani mengatakan cabai yang digemari masyarakat adalah cabai kriting hijau sedangkan cabai merah kurang diminati harganyapun tidak setinggi cabai hijau.

Namun demikian, meskipun tidak begitu banyak, harga cabai yang selalu stabil dipasaran memberikan keuntungan kepada dirinya.

"Harganya stabil kisaran Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogramnya. Kalau dikalikan hasilnya sudah lumayan," kata dia.

Ia mengatakan hasil panennya akan dijual kepada tengkulak sebelum sampai ke pasar-pasar tradisional.

Halaman
123
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved