Breaking News:

Yogyakarta

Fotografer Cantik Ini Sebarkan Pesan Keberagaman

Widie sebagai seorang fotografer selalu berusaha menempatkan benih toleransi dan pesan untuk menghargai nilai perbedaan.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Widie Ravita 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menghargai dan mengapresiasi apapun bentuk karya orang lain adalah satu di antara prinsip dasar yang diletakkan di peringkat pertama dalam bergaul oleh dara bernama lengkap Widie Ravita ini.

Bagi Widie, begitu ia akrab disapa, ketika orang lain berkarya dengan gaya mereka masing-masing, sudah sepatutnya menghindari sikap nyinyir yang berujung memberi energi negatif bagi diri sendiri.

Baca: Bagi Binaragawati Cantik Ini, Nge-Gym Bukan Sekadar Membentuk Tubuh

Alangkah lebih baik meresponnya dengan diam saja ketika karya tersebut kurang berkenan atau tidak sesuai dengan selera kita.

Dalam berkarya, Widie sebagai seorang fotografer selalu berusaha menempatkan benih toleransi dan pesan untuk menghargai nilai perbedaan.

Baru-baru ini, alumni Jurusan Fotografi ISI Yogyakarta ini tengah mengerjakan karya terbarunya dengan fokus pada fotografi fine art.

Widie menghadirkan objek apa saja yang serupa dengan bagian tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan anggota tubuh yang dianggap private.

"Pada karya ini, aku ingin tahu respon khalayak ketika melihat objek foto yang kebetulan bisa jadi sepintas menyerupai atau serupa anggota tubuh manusia. Apakah persepsi publik sudah terlanjur sedemikian kuat ke arah yang sama saat merespon objek tersebut," terang Widie pada Tribunjogja.com.

Untuk karya fotografi terbarunya ini, Widie sekaligus menjadikannya bahan riset soal persepsi seseorang terhadap objek fotografi.

Dalam kehidupan sehari hari ia juga sering menemukan, persepsi publik yang hampir sama ketika melihat sebuah objek fotografi.

Dara kelahiran Indramayu, 27 Agustus 1994 ini memang memiliki darah seni yang mengalir.

Sang Ayah adalah seorang perupa dan pematung.

Meski mewarisi gen seni sang Ayah, Widie tak serta merta terjun di dunia seni, ia mengenyam bangku SMA di jurusan IPA.

Baru setelah lulus, ia merasa dunia fotografi menarik baginya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved