Sleman

Kadisbud Sleman: Saparan Bekakak Bentuk Penghargaan terhadap Tradisi Lokal

Tradisi Saparan Bekakak sendiri sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud RI sejak 2015.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara menyebut Tradisi Saparan Bekakak sebagai identitas masyarakat.

Menurutnya tradisi ini juga sesuai dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Sleman melalui slogan "Sleman Berbudaya".

Baca: VIDEO : Meriahnya Pawai Saparan Bekakak di Ambarketawang Sleman

"Ini sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi kita sendiri," kata Aji pada Trbunjogja.com di Situs Gunung Gamping, Jumat (26/10/2018).

Aji pun tidak mengkhawatirkan adanya konflik seperti yang terjadi pada Upacara Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul beberapa waktu silam.

Ia percaya bahwa masyarakat Sleman sendiri sudah memahami adat tradisi yang dimilikinya.

"Kita tahu bahwa ini adalah tradisi budaya, bukan kegiatan keagamaan," tegas Aji.

Baca: Tradisi Saparan Bekakak Digelar, Ribuan Warga Padati Situs Gunung Gamping

Tradisi Saparan Bekakak sendiri sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sejak 2015.

Namun Aji ternyata berniat akan menyertakan tradisi-tradisi lain asal Sleman ke dalam daftar tersebut.

"Kita lakukan secara bertahap, saat ini dalam proses kajian," terang Aji. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved