Kota Jogja

Papan Iklan Rokok di Stasiun Tugu Berganti Kain Batik

Eko Budiyanto, Humas PT KAI Daop VI mengaku telah melakukan tindakan dengan mengubah iklan rokok menjadi kain bermotif batik.

Papan Iklan Rokok di Stasiun Tugu Berganti Kain Batik
IST
Iklan rokok di stasiun tugu Yogyakarta sudah berubah menjadi hiasan kain batik 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin menginstruksikan untuk menurunkan iklan rokok yang berada di stasiun khususnya di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta.

Pernyataan tersebut turun usai PT KAI mendapat desakan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tentang adanya keluhan masyarakat perihal iklan rokok di stasiun.

Merespons hal tersebut, PT KAI daop VI langsung bergerak cepat. Kini, Kamis (25/10/2018) sudah tak tampak iklan rokok yang berada di area dalam stasiun Tugu Yogyakarta.

Eko Budiyanto, Humas PT KAI Daop VI mengaku telah melakukan tindakan dengan mengubah iklan rokok menjadi kain bermotif batik.

"Kami akan terus berusaha berinovasi untuk memperindah stasiun supaya pengguna jasa KA lebih nyaman dan kangen dengan stasiun Tugu karena memiliki ke-khas-san dalam penampilan," jelas Eko Budiyanto, Humas Daop VI, Kamis (25/10/2018).

Baca: TRAGEDI BINTARO : Hari Ini 31 Tahun Lalu Terjadi Kecelakaan Kereta Api Terburuk di Indonesia

Kendati demikian pihaknya tak menampik bahwa penggantian dengan kain batik tersebut belum memenuhi keinginan banyak orang terlebih bagi para pemerhati dan penghobi batik.

Namun pihaknya mengaku akan terus berbenah dan berupaya agar tampilan batik yang dipajang di stasiun Besar Yogyakarta (Tugu) dapat sesuai harapan terutama bagi para pakar batik.

"Kain batik di papan iklan ke depan akan kita kondisikan supaya penempatannya pas. Ada permintaan masyarakat yang minta kain batik disesuaikan dengan tempatnya kalau di Yogyakarta ya dengan batik gagrak/corak Yogyakarta kalau di Solo ya batik gagrak/corak Solo," timpalnya.

Baca: Batik Mantaran, Kain Batik Bercorak Buah Melon Khas Sleman

Lebih lanjut Eko menjelaskan, pemasangan batik untuk mengganti iklan rokok yang berada di stasiun juga sejalan dengan upaya PT KAI mendukung melestarikan batik sebagai salah satu kekayaan budaya nasional.

Hal ini juga berkaca dari suksesnya gelaran Jogja International Batik Biennale (JIBB) yang sukses digelar pada 3 Oktober 2018 lalu di Pagelaran Keraton.

"(Penggantian dengan kain batik) Sebagai wujud PT KAI andil dalam pelestarian budaya adiluhung warisan bangsa," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved