Gunungkidul

Kisah Eko Bangkit dari Keterpurukan Usai Kedua Tangannya Diamputasi

Kisah Eko Bangkit dari Keterpurukan Usai Kedua Tangannya Diamputasi, Jalani Profesi Sebagai Barista

Kisah Eko Bangkit dari Keterpurukan Usai Kedua Tangannya Diamputasi
Tribun Jogja/ Wisang Seto Pangaribowo
Eko saat melayani pembeli di stannya pada acara temu inklusi, Plembutan, Playen, Gunungkidul,Selasa (23/10/2018). 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM - Kecelakaan saat bekerja pada tahun 2002 silam membuat kedua tangan Eko Sugeng harus diamputasi.

Kejadian tersebut membuatnya  terpukul karena harus kehilangan kedua tangannya.

Peristiwa pilu tersebut terjadi saat Eko tengah membantu saudaranya membetulkan antena televisi.

Saat merapikan kabel, secara tak sengaja tangannya menyentuh kabel yang ada aliran listriknya sehingga membuatnya tersengat setrum.

Baca: Temu Inklusi Nasional Digelar di Gunungkidul

"Mau saya lepaskan tetapi tidak sempat, langsung saya tidak sadarkan diri bangun tiba-tiba sudah seperti ini," katanya ditemui di sela-sela temu inklusi, Selasa (23/10/2018).

Meski awalnya sempat terpukul, Eko mengaku terus berusaha untuk bangkit kembali.

Suatu saat, ketiga tengah menikmati kopi di sebuah kedai kopi di wilayah Yogyakarta, jalan terang menghampiri Eko.

Pemilik kedai kopi yang menjadi langgannya menawarkan kepada Eko untuk menjadi seorang barista atau penyaji kopi.

"Sering jajan kopi, lalu ditantang oleh pemilik kedai kopi, koe ngopo kok mung tuku kopi mbok njajal dadi penyaji sisan (Kamu kenapa cuma membeli kopi sekalian saja jadi barista atau penyaji kopi) kata ownernya ke saya," katanya.

Baca: Warga Sleman Keluhkan Kinerja Juru Parkir

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved