Lifestyle

Hati-Hati Perawatan Kecantikan, Ada Treatment yang Harus Dilakukan Dokter

Konsultasi bersama dokter spesialis menjadi hal yang wajib sebelum melakukan perawatan.

Hati-Hati Perawatan Kecantikan, Ada Treatment yang Harus Dilakukan Dokter
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
dr Gadis Frinawati MPh saat melakukan treatment kepada pasien dengan alat perawatan High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) dalam demontrasi kecantikan di Ali Tatto Sulam, Lower Ground Hartono Mall Yogyakarta, Senin (22/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menjaga fisik dengan perawatan nampaknya kini telah menjadi gaya hidup dan tuntutan zaman.

Tak hanya perempuan, seorang pria pun sekarang dituntut untuk menjaga penampilan.

Baca: Tutorial Make Up 3 Menit Ala Hailey Baldwin Agar Wajahmu Bersinar

Namun untuk mendapatkan penampilan yang baik dan sesuai yang diinginkan, harus melakukan perawatan yang tepat.

Konsultasi bersama dokter spesialis menjadi hal yang wajib sebelum melakukan perawatan.

"Treatment itu harus aman, tidak asal, ada treatment yang boleh dilakukan oleh beautician, ada treatment yang hanya boleh dilakukan oleh dokter atau boleh perawat tapi dibawah pengawasan dokter," kata dr Gadis Frinawati MPh pada Tribunjogja.com di sela demo kecantikan di Ali Tatto Sulam, Lower Ground Hartono Mall Yogyakarta, Senin (22/10/2018).

Gadis melanjutkan, masyarakat harus memahami perbedaan tersebut.

Beautician adalah perawatan estetik yang tidak berdasarkan kedokteran sedangkan untuk perawatan lain terlebih yang mengarah para merubah bentuk tubuh itu harus melalui konsultasi berdasarkan dokter dan based on medis.

Pihaknya tak menampik, pengaruh sosial media yang menawarkan perawatan murah membuat masyarakat mulai perhatian terhadap penampilan fisiknya.

Ditambah gaya hidup sekarang yang cenderung menjadikan penampilan menjadi tolok ukur utama.

Namun ia menekankan bahwa untuk melakukan perawatan harus benar-benar aman dan memperhatikan keselamatan.

"Intinya masyarakat yang harus bijak dan cerdas membedakan, istilahnya ada harga ada kualitas, harga dan kualitas tak bisa bohong," lanjutnya.

Lebih lanjut, pemilik Sabrina Beauty Care ini menjelaskan, akan bahaya jika masyarakat tak dapat membedakan mana treatment yang harus dilakukan oleh dokter ataupun beautician.

Baca: Make Up Cantik Pergi Ke Kantor

Kejadian seperti malapraktik hingga cacat dan tak bisa dikembalikan seperti semula menjadi risiko besar yang bisa ditanggung oleh pasien jika tak memahami perbedaan keduanya.

Perawatan seperti, Botox, Filler, Body Slimming, Body Contouring, Facial Rejuvenate with HIFU, hingga Body Shape harus dilakukan dalam pengawasan dokter.

"Karena memang ada yang membatasi mana yang boleh dilakukan oleh beautician, dan mana yang hanya boleh dilakukan dibawah pengawasan dokter," lanjutnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved