Bantul

Penyidik Sudah Limpahkan Berkas Kasus Kematian Suporter ke Kejaksaan Bantul

Penyidik Sudah Limpahkan Berkas Kasus Kematian Suporter ke Kejaksaan Bantul

Penyidik Sudah Limpahkan Berkas Kasus Kematian Suporter ke Kejaksaan Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Tamu, kerabat dan sahabat berdatangan di rumah duka Muhammad Iqbal di dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Jumat (27/7/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Berkas tersangka pengeroyokan Muhammad Iqbal Setyawan (16), penonton bola yang tewas usai menyaksikan laga derby DIY di Stadion Sultan Agung sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bantul.

Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil penelitian dari jaksa sebelum melimpahkan enam tersangka berikut barang buktinya.

"Sudah kami limpahkan berkasnya ke Kejaksaan. Kemarin, sempat ada perbaikan dan sudah kami lengkapi. Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi lagi dari pihak kejaksaan," kata Kapolsek Jetis, AKP Muhammad Sholeh, saat dihubungi wartawan, Minggu (21/10/2018).

Baca: Gladen Jemparingan Mataram, Ratusan Pemanah Adu Titis di Kulon Progo

Diketahui, Muhammad Iqbal Setiawan meninggal dunia setelah dikeroyok oleh oknum suporter seusai menonton pertandingan antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, pada Kamis 26 Juli lalu.

Berdasarkan penuturan pihak keluarga, Iqbal bukanlah pendukung dari salah satu klub kesebelasan, melainkan hanya ingin menonton pertandingan Derby DIY tersebut.

Namun malang tak bisa dihindari. Seusai laga, ketika hendak pulang, korban dihadang oleh suporter di pintu sebelah timur stadion. Ia kemudian dikeroyok hingga mengalami sejumlah luka dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit Permata Husada Pleret.

Setelah tragedi maut itu, polisi langsung bergerak cepat, sejumlah orang yang terlibat dalam pengeroyokan segera ditangkap dan akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Sampai berkas ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri, jumlah tersangka, menurut AKP Sholeh masih tetap enam orang.

Baca: PIS-PK Telah Sasar 64 Desa di Gunungkidul

"Keenam tersangka kami titipkan di Rumah Tahanan Pajangan," terangnya.

Selama proses pemeriksaan, kata Sholeh, pihaknya tidak menemukan kendala berarti. Hanya saja butuh waktu untuk melengkapi barang bukti. Dan saat ini sudah bisa dilengkapi.

Sementara itu, ketika dimintai konfirmasi soal berkas enam tersangka, Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Bantul, Sabar Sutrisno, mengaku belum bisa berkomentar banyak.

Ia akan mengecek terlebih dahulu berkas yang sudah dilimpahkan polisi tersebut.

Adapun keenam pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini masing-masing berinisial WTP (19), MTS (21), dan RA (22), ketiganya warga Banguntapan, Bantul.

Ada juga LGF (21) warga Sewon, Bantul, FDK (22) warga Kotagede Yogyakarta dan HAT (22) warga Mantrijeron, kota Yogyakarta. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved