Bantul

Mengingat Kembali Sejarah Perjuangan Santri Rebut Kemerdekaan Indonesia Lewat Drama Kolosal

Mengingat Kembali Sejarah Perjuangan Santri Rebut Kemerdekaan Indonesia Lewat Drama Kolosal

Mengingat Kembali Sejarah Perjuangan Santri Rebut Kemerdekaan Indonesia Lewat Drama Kolosal
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Ratusan orang beriringan mengantarkan jenazah KH Hasyim Asy'ari menuju peristirahatan terakhirnya. Sebuah cuplikan adegan drama kolosal bertajuk Resolusi Jihad yang dibawakan oleh para santri pada peringatan hari santri nasional se-kabupaten Bantul, Minggu (20/10/2018) pagi di lapangan Trirenggo, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan orang membawa bambu runcing menghadang sebuah mobil. Di dalam mobil tersebut ada seorang jenderal yang hendak menuju Gedung Internatio.

Ya, jenderal asal Inggris tersebut yakni Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby atau dikenal dengan sebutan Jenderal Mallaby.

Mereka geram, tentara Inggris yang seharusnya sudah menyingkir ke Tanjung Mas, masih bercokol di Gedung Internatio.

"Lucuti senjatanya dan suruh pergi dari Surabaya!" Terdengar seruan sekelompok orang yang merupakan masyarakat Jawa Timur termasuk juga para santri ini.

Baca: Saat Para Bajingan dan Gerobaknya Beradu Cepat di Lintasan Pacu

Gambaran tersebut merupakan sebuah cuplikan drama kolosal. Drama yang dibawakan oleh para santri ini menggambarkan peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan di masa penjajahan.

Drama bertajuk 'Resolusi Jihad' ini begitu memukau ribuan hadirin yang datang dalam apel hari santri nasional di Lapangan Trirenggo, Bantul, pada Minggu (20/10/2018) pagi.

Peristiwa sejarah tersebut direka ulang agar para santri dan masyarakat luas dapat mengingat dan memaknai peristiwa tersebut.

"Fakta sejarah di permukaan adalah munculnya nama Bung Tomo. Yang sebenarnya Bung Tomo adalah penyampai pesan, kepanjangan dari Mbah Hasyim Asy'ari. Bung Tomo punya inisiatif untuk menyiarkan (resolusi jihad) di radio, pelakunya (inisiator) adalah Mbah Hasyim sendiri," jelas produser drama kolosal Muhammad Syafi'i (35). (tribunjogja)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved