Festival Gerobak Sapi 2018

Hadiri Festival Gerobak Sapi, GKR Hemas Kenang Masa Kecil

Hadiri Festival Gerobak Sapi, GKR Hemas Kenang Masa Kecil Dimana Gerobak Sapi Masih Jadi Sarana Transportasi.

Hadiri Festival Gerobak Sapi, GKR Hemas Kenang Masa Kecil
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Gerobak sapi dan para bajingan (pengemudi gerobak) tengah memacu gerobak sapinya dalam adu balap Festival Gerobak Sapi DIY 2018 di Lapangan Pokoh, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (21/0/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gusti Kanjeng Ratu Hemas turut hadir dalam pembukaan Festival Gerobak Sapi (FGS) DIY tahun 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Pokoh, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (21/10/2018).

Menyaksikan hal tersebut, GKR Hemas mengenang masa kecilnya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Saya masih nemuin waktu SD, kebetulan simbah saya itu tinggal di Gondolayu, setiap pagi jam 4 saya selalu denger klontongnya (loncengnya) sapi itu dan itu punya kesan tersendiri," tutur Hemas kepada Tribunjogja.com di lokasi acara.

Bahkan menurutnya pengalaman tersebut membuat ingatan masa kecilnya kembali teringat. Ia mengingat kala itu gerobak sapi masih digunakan sebagai alat transportasi dan alat pertanian.

Baca: KGPAA Pakualam : Gerobak Sapi Jadi Alat Pendorong Ekonomi Baru

"Zaman dulu itu angkutan tradisional ya gerobak sapi," lanjut Hemas.

Ia pun mengaku bahwa gerobak merupakan sebuah budaya serta sejarah yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai warisan namun juga sebagai tanda perkembangan zaman.

"Dan bagi saya gerobak sapi bukan hanya transportasi tapi sesuatu yang menarik bagi masyarakat di waktu lalu dan yang akan datang," katanya.

Baca: Meriahkan Festival Gerobak Sapi DIY, Ratusan Bajingan dan Gerobak Sapi Padati Lapangan Pokoh

Melalui event FGS 2018 tersebut, ia berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin tiap tahun sehingga dapat melestarikan budaya agar tidak punah serta dapat meningkatkan peran gerobak sapi dalam hal perekonomian warga.

"Hobi ini juga memelihara budaya Yogyakarta, tentu saya berterimakasih. Saya berharap ini rutin tiap tahun sehingga mungkin banyak masyarakat banyak yang belum tahu transportasi zaman dulu sehingga (lewat event ini) bisa lebih tahu dan semua perkumpulan bisa terus memacu kegiatan ini agar bisa menjadi wadah untuk melakukan aktivitas (pengembangan)," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved