Kota Yogyakarta

Pemkot Yogya Gencar Lakukan Pendataan Septictank

Beberapa kawasan tidak memungkinkan untuk bisa tersambung dengan IPAL Sewon maupun IPAL Komunal.

Pemkot Yogya Gencar Lakukan Pendataan Septictank
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta beserta jajarannya saat memberikan keterangan mengenai pendataan septictank di Kota Yogyakarta, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menjelaskan pihaknya sedang mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Air Limbah Domestik atau Simpel Saldo. 

Ia menjelaskan bahwa BOD atau Biochemical Oxygen Demand yang merupakan indikator pencemaran lingkungan, yang ada di tiga sungai Kota Yogyakarta telah melebihi ambang batas.

Baca: Dua Komunitas Pemuda di Yogya Ciptakan Program Black Gold untuk Kelola Limbah Kotoran Ternak

"Kebutuhan BOD adalah 3,0 mg per liter. Namun di tiga sungai 4 mg. Berarti limbah ini selain mencemari air sungai, juga berimbas pada tanah," jelasnya pada Tribunjogja.com di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2018).

Ketika tercemar, lanjutnya, berarti pengelolaan limbah tidak tertata dengan baik.

Hal itu dikarenakan topografi Kota Yogyakarta membuat beberapa kawasan tidak memungkinkan untuk bisa tersambung dengan IPAL Sewon maupun IPAL Komunal.

"Di Kota Yogyakarta ini terdapat 56 IPAL Komunal tapi belum semuanya terlayani," ucapnya.

Kasie Perumahan dan Permukiman DPUPKP Kota Yogyakarta, Cicilia Novi Hendrawati menjelaskan bahwa selama ini kesadaran warga untuk menguras septictank masing rendah.

Mereka yang menguras, lanjutnya, biasanya melakukannya dengan terpaksa lantaran saluran yang sudah terlanjur buntu.

"Septictank itu harus dikuras, setudaknya tiga tahun sekali. Kadang masyarakat tidak tahu. Kalau tidak dikuras, akan mencemari lingkungan. Endapan yang tidak disedot, akan mencemari air tanah, lalu konstruksi limbah bocor sehingga lewat saja dan mencemari air tanah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved