Pendidikan

Fokuskan pada Persoalan Karies, BKGN 2018 Beri Edukasi Masyarakat

Tema BKGN 2018 yakni 'Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi' ini memfokuskan pada persoalan karies.

Fokuskan pada Persoalan Karies, BKGN 2018 Beri Edukasi Masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Dr drg Ahmad Syaify Sp Perio (K) (tengah) saat memberikan paparannya dalam BKGN 2018 di RSGM UGM Prof Soedomo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam bidang Kedokteran Gigi, persoalan kesehatan gigi terbesar yakni karies atau gigi berlubang.

Untuk itu, tema Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018 yakni 'Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi' ini memfokuskan pada persoalan karies.

Baca: BKGN 2018 Berikan Pelayanan Kesehatan Gigi pada 1000 Pasien di RSGM UGM

Topik penting inilah yang diangkat melalui BKGN 2018 di mana secara keseluruhan memiliki target untuk mengedukasi dan melayani lebih dari 65 ribu masyarakat Indonesia.

Tema ini sejalan dengan dukungan bagi pemerintah menuju Indonesia bebas karies pada 2030.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Dr drg Ahmad Syaify Sp Perio (K) menjelaskan, masalah gigi berlubang atau karies seringkali digambarkan sebagai empat mata rantai yang saling berinteraksi.

Yakni host - yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan, dan waktu.

"Bicara mengenai substrat, gula yang klta konsumsi diubah oleh mikroorganlsme di dalam mulut sehingga kondisi pH mulut otomatis berubah menjadi asam dan proses karles pun terjadi," ujarnya pada Tribunjogja.com, Rabu (17/10/2018).

Dijelaskan olehnya, selain substrat, faktor waktu juga penting diperhatikan karena berhubungan erat dengan seberapa seringnya kita mengonsumsi gula, termasuk gula tersembunyi.

Ia menambahkan, karies dapat disebabkan oleh struktur gigi dan produksi air liur.

Baca: BKGN 2018 Ajak Masyarakat Lindungi Kesehatan Gigi dari Gula Tersembunyi

Hal ini karena gigi yang berjejal bertumpuk menyulitkan untuk membersihkan.

"Frekuensi mengonsumsi bahan makanan bersifat kariogenetik, terutama gula dan gula tersenbunyi yang berpengaruh besar terhadap komdisi pH mulut," lanjut dia.

Namun, proses karies akibat gula ini dapat dikendalikan dengan lebih mewaspadai konsumsi gula dan menginterupsi waktu pembentukan karies dengan rutin menyikat gigi.

"Sikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride," ucapnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved