Jawa

Fenomena Calon Boneka dan Calon Petahana yang Bertumbangan pada Pilkades di Magelang

Dari total 49 kepala desa baru yang terpilih, terdapat 38 desa dengan calon petahana.

Fenomena Calon Boneka dan Calon Petahana yang Bertumbangan pada Pilkades di Magelang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Zaenal Arifin, Selasa (16/10/2018). 

Menurutnya, pilihan ada di tangan masyarakat.

"Meski terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhinya, seperti keinginan masyarakat yang menginginkan pemimpin baru atau pemerintahan yang lalu kurang memuaskan. Itu hanya kemungkinan saja, semua pilihan ya dipilih oleh masyarakat, ada di tangan masing-masing," ujar Zaenal.

Untuk jumlah partisipasi pada Pilkades 2018 ini cukup tinggi, rata-rata berkisar 75 persen.

Hasil pemilihan pun tak dibatasi dengan jumlah suara, karena kuota berapapun warga yang hadir dan memilih, hasilnya nanti akan dihitung dan ditetapkan.

Berlainan dengan sejumlah desa dengan jumlah partisipasi kurang, karena kebanyakan hanya diisi oleh satu calon petahana dengan satu calon boneka.

Biasanya, jika salah satu calon petahana mendapatkan sebagian besar suara dari masyarakat, tidak ada calon lain yang berani menandingi.

Calon boneka ini pun dibuat oleh calon untuk dapat terpilih.

Calonnya pun biasanya berasal dari pihak keluarga, seperti suami atau istri, kakak adik, bapak dengan anaknya.

Kurang lebih ada sembilan lebih calon di Pilkades di sejumlah desa yang merupakan calon boneka.

"Memang yang agak kurang partisipasi ini di sejumlah desa. Karena petahana yang sudah baik, artinya tidak ada yang melawan. Kemudian ada calon kades 'boneka' yang muncul entah dari istrinya, suaminya, kakak beradik, sampai bapak dan anak," katanya.

Halaman
1234
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved