Pendidikan

UAJY Terjunkan Mahasiswa KKN ke Lombok

UAJY menerjunkan 16 mahasiswanya untuk membantu korban bencana dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

UAJY Terjunkan Mahasiswa KKN ke Lombok
istimewa
Pihak kampus memberikan pembekalan kepada peserta KKN sebelum diberangkatkan 

TRIBUNJOGJA.COM - Bantuan untuk korban bencana terus berdatangan, tak terkecuali dari perguruan tinggi.

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dalam kesempatan ini menerjunkan 16 mahasiswanya untuk membantu korban bencana dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Baca: Bantul Peduli Lombok Kirim Bantuan Tahap Dua

Kegiatan KKN yang diikuti 14 mahasiswa Prodi Arsitektur dan 2 mahasiswa Prodi Teknik Sipil ini akan berlangsung selama lebih kurang satu bulan mulai 16 Oktober 2018 sampai 9 November 2018.

Pelepasan yang berlangsung pada Minggu (14/10) ini merupakan kegiatan KKN Peduli Bencana hasil kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) dengan Ilumenwa (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa) yang merupakan bagian dari Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA).

R Sigit Widiarto selaku Wakil Rektor III menjelaskan KKN ini mengusung program khusus antara lain mengawasi pembangunan huntara (hunian sementara), sosialisasi mitigasi bencana, pendataan riset untuk kerjasama institusi dengan Kansen, serta melakukan kegiatan mental healing kepada masyarakat terutama anak-anak.

"Para mahasiswa ini juga akan melakukan dokumentasi dalam bentuk foto dan film selama kegiatan, pendataan rumah yang telah terbangun, serta melakukan bimbingan belajar," paparnya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Senin (15/10/2018).

Ia berharap, para mahasiswa bisa cepat menyesuaikan diri dengan tradisi masyarakat lokal terutama dengan masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

Baca: Kerjasama EATOF Memberikan Bantuan Bagi Korban Bencana di Lombok Melalu Pemda DIY

Selain itu agar mereka mampu menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan program yang sudah direncanakan.

Sementara itu, Christian Dwi, seorang mahasiswa peserta KKN memaparkan bahwa program KKN alternatif ini memakan persiapan 1 minggu sebelum berangkat.

"Walaupun nantinya akan tidur di tenda dan dengan fasilitas yang minim, itu merupakan resiko dan tantangan tersendiri dalam mengikuti KKN ini dan saya memang ingin mengabdikan diri dan berbagi dengan ilmu yang saya punya selama ini bagi warga di Lombok," ujarnya.(*) 

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved