Yogyakarta

RSUP Dr Sardjito Siapkan Tempat Transisi Sementara untuk Bayi Kembar Siam

FS dan FR yang saat ini sudah berumur 3 tahun akan disiapkan tempat untuk transisi agar bisa bergaul dengan teman sebayanya.

RSUP Dr Sardjito Siapkan Tempat Transisi Sementara untuk Bayi Kembar Siam
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Bayi kembar siam yang tengah ditangani RSUP Dr Sardjito, Senin (15/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kembar Siam yang saat ini tengah ditangani RSUP Dr Sardjito, FS dan FR yang atas pertimbangan tim medis tidak akan dilakukan tindakan pemisahan, rencananya akan disiapkan tempat untuk transisi sementara di DIY sebelum kembali ke Banda Aceh.

Sari Murti Widyastuti, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DIY menjelaskan jika FS dan FR yang saat ini sudah berumur 3 tahun akan disiapkan tempat untuk transisi agar bisa bergaul dengan teman sebayanya.

Baca: RSUP Dr Sardjito Tangani Kembar Siam

Sari mengungkapkan, jika FS dan FR memiliki hak yang sama seperti anak pada umumnya.

Oleh karenanya dia berpesan agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang bersifat diskriminasi.

"Setelah dari Sardjito, kami akan menyiapkan tempat untuk transisi. Agar anak bisa bergaul dengan anak lain tanpa adanya diskiminasi dan menjadikan mereka objek yang diberlakukan berbeda. Mereka memiliki hak sama dengan anak sebaya mereka," ungkapnya.

Dia mengatakan, jika dari LPA akan terus melakukan pendampingan agar FS dan FR bisa kembali ke kehidupan normal di masyarakat.

"Kita akan mempersiapkan FS dan FR agar bisa kembali ke kehidupan normal di masyarakat. Selain itu, masyarakat bisa menerima, bagaimana menghargai hak anak," terangnya.

Sementara itu, Damayanti Tim Psikologi RSUP Dr Sardjito mengatakan jika dari awal pihaknya telah melakukan pemantauan perkembangan dan kondisi psikologis bayi kembar siam

Pihaknya juga telah melakukan pendampingan psikologi dan sosial pada kedua orangtua maupun kakak kembar siam selama di RSUP Dr Sardjito.

Baca: Wakil Bupati Gunungkidul Berikan Bantuan untuk Si Kembar Siam Meikha dan Meisha

"Pada awal kedatangan bayi kembar siam, tim psikologi melakukan pendampingan pada kedua orangtuanya. Pemantauan psikologis dan pemeriksaan perkembangan pada bayi kembar siam dilaksanakan setelah operasi pertama," terangnya.

Menurut Damayanti, bayi FS cenderung lebih diam dan sensitif perasaannya.

Selain itu, FS juga lebih berhati-hati dan memperhatikan kehadiran orang baru.

Sedangkan bayi FR dalam observasi tampak lebih aktif dan cenderung lebih reaktif. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved