Kulonprogo

Pedangdut Xena Xenita Divonis Tujuh Bulan Penjara

Vonis ini dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates dalam sidang putusan, Senin (15/10/2018).

Pedangdut Xena Xenita Divonis Tujuh Bulan Penjara
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Pedangdut asal Kota Yogya, Xena Al Kautsar alias Xena Xenita, divonis tujuh bulan penjara atas kasus percobaan pengedaran 9 butir obat keras jenis pil Hima. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pedangdut asal Kota Yogya, Xena Al Kautsar alias Xena Xenita, divonis tujuh bulan penjara atas kasus percobaan pengedaran 9 butir obat keras jenis pil Hima.

Vonis ini dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates dalam sidang putusan, Senin (15/10/2018).

Majelis hakim yang diketuai Marliyus menyatakan pedangdut yang terkenal dengan goyang ximplah-ximplah itu melanggar Pasal 197 Undang-undang nomor 36/2009 tentang kesehatan juncto Pasal 53 Ayat I KUHP.

Ia terbukti sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana percobaan mengedarkan pil Hima sebagai bahan farmasi golongan keras yang tak memiliki izin edar dan izin industrinya telah dicabut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana percobaan penyediaan bahan farmasi tanpa izin edar. Menjatuhkan pidana penjara 7 bulan dan denda Rp 1 juta," ucap Marliyus dalam persidangan tersebut.

Vonis akan dikurangi masa tahanan dan majelis hakim PN Wates memerintahkan agar kepada terpidana tetap dilakukan penahanan.

Putusan pidana itu lebih rendah dibanding tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kulonprogo.

Atas putusan itu, pihak Xena melalui kuasa hukumnya dariPusat Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

"Setelah berdiakusi dengan Xena, kami menyatakan pikir-pikir dan akan didiskusikan dengan keluarga untuk hasil terbaik. Kami tetap meyakini bahwa dalam pasal tersebut klien kami tidak terbukti mengedarkan. Konsumsi memang iya tapi tidak mengedarkan," kata kuasa hukum Xena, Gilang Pramana Seta.

Sementara itu, Kasi Intelejensi Kejari Kulonprogo, Yogi Andiawan Sagita menyatakan bahwa definisi pengedaran itu tidak sebatas transaksi jual beli. Menawarkan ataupun menyerahkan obat keras itu kepada orang lain juga bisa dikategorikan mengedarkan.

Meski begitu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan atas vonis yang dijatuhkan pengadilan.

"Dengan dijatuhi hukiman, otomatis majelis halim sependapat dengan kami bahwa pelaku melakukan tindak pidana," kata dia.

Xena tersangkut kasus tersebut karena kedapatan membawa pil Hima. Pil tersebut termasuk dalam obat daftar G yang dilarang diedarkan dan dikonsumsi secara bebas tanpa resep dokter.

Xena diamankan polisi pada Selasa (17/4/2018) silam di simpang lima Karangnongko Wates sesuai pentas di sebuah sekolah. (*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved