Kuliner

Segarnya Gudeg Salak, Inovasi Kuliner Ala Pawon Pariyem

begitu sesuap masuk ke mulut, ada sensasi rasa yang berbeda dengan gudeg biasa. Bukan sekedar manis, tapi juga rasa asam yang segar.

Segarnya Gudeg Salak, Inovasi Kuliner Ala Pawon Pariyem
Tribunjogja.com/ Alexander Ermando
Sepiring penuh Gudeg Salak olahan Pawon Pariyem, Pedukuhan Kadisobo II, Desa Trimulyo, Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekilas gudeg ini tampak sama saja dengan gudeg pada umumnya. Warnanya cokelat kemerahan. Teksturnya yang berair menunjukkan jenisnya adalah gudeg basah.

Namun begitu sesuap masuk ke mulut, ada sensasi rasa yang berbeda dengan gudeg biasa.

Bukan sekedar manis, tapi juga rasa asam yang segar.

Itulah Gudeg Salak, menu andalan sekaligus inovasi dari Pawon Pariyem.

Rumah makan ini berada di Pedukuhan Kadisobo II, Desa Trimulyo, Sleman.

Bagi sebagian orang mungkin terdengar aneh.

Baca: Biaya Pendaftaran Lomba Burung Kicau HUT Kota Yogyakarta Cukup Murah

Baca: Mahasiswa UAJY Juara I dan II Lomba Desain Nasional, Usung Rumah Adat Yogyakarta dan Kalimantan

Bagaimana mungkin salak dijadikan sebagai makanan berat seperti gudeg.

Namun warga Kadisobo II sudah berhasil mematahkan anggapan tersebut.

Dukuh Kadisobo II, Mawardi menuturkan, ide tersebut muncul lantaran ingin menyelamatkan situasi perkebunan salak saat ini.

"Sekarang salak harganya turun drastis. Tanaman salak pun banyak dibabat habis karena petani merugi.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved