Prosedur Penghentian Pertandingan Sepakbola Jika Ada Aksi Rasis Suporter

Bentuk-bentuk koreografi seperti spanduk, gerakan, dan poster juga bisa membuat pertandingan berhenti

Prosedur Penghentian Pertandingan Sepakbola Jika Ada Aksi Rasis Suporter
SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM
Beberapa oknum suporter memasuki lapangan Stadion Kanjuruhan seusai pertandingan Liga 1 2018, Arema FC Vs Persib Bandung, Minggu (15/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi merilis prosedur penghentian laga saat adanya aksi rasis dari suporter.

Sebelumnya sempat diwacanakan bakal ada peraturan baru yang menghentikan laga jika ada aksi rasis dari suporter.

Hal tersebut bertujuan untuk meredam rivalitas panas antarsuporter yang kerap berujung dengan aksi anarkis.

Pada Kamis (11/10/2018), wacana tersebut resmi dituangkan PSSI dalam surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018

Hasil rapat Komite Etik PSSI pada tanggal 8 Oktober 2018.

Berdasarkan surat tersebut, aksi rasis dan berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang bisa menghentikan pertandingan tidak terbatas pada nyanyian saja.

Bentuk-bentuk koreografi seperti spanduk, gerakan, dan poster juga bisa membuat pertandingan berhenti apabila dinilai mengandung unsur SARA.

Berikut definisi menurut surat yang dirilis PSSI:

1. Pertandingan adalah setiap pertandingan resmi yang dipimpin oleh wasit PSSI dan diawasi, dilaporkan, serta dilegitimasi oleh pengawas pertandingan PSSI.

2. Permainan adalah permainan sepakbola yang dipimpin oleh wasit PSSI dan dijalankan sesuai dengan Peraturan Permainan (Law of The Game).

Halaman
123
Editor: iwe
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved