Aksi Rasis Suporter Ancam Laga Sepak Bola Tak Berjalan 90 Menit

Peraturan baru ini bertujuan untuk menghilangkan nyanyian maupun koreografi dan spanduk yang berbau SARA dan menghina tim lawan.

Aksi Rasis Suporter Ancam Laga Sepak Bola Tak Berjalan 90 Menit
tribunsolo.com
Tolak SARA (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM - Aksi rasis suporter menjadi sorotan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dalam peraturan yang baru baru dirilis.

Melalui surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018 yang diterbitkan pada Jumat (11/10/2018), PSSI meresmikan peraturan penghentian laga jika ada aksi rasis suporter selama pertandingan.

Mengenai definisi dari peraturan baru tersebut juga telah disampaikan dalam surat yang merupakan hasil dari rapat Komite Etik pada tanggal 8 Oktober lalu.

Peraturan tersebut bertujuan untuk menghilangkan nyanyian maupun koreografi dan spanduk yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) dan menghina tim lawan.

Sebab, rivalitas panas di kalangan suporter telah banyak memakan korban jiwa.

Dalam peraturan baru yang dirilis PSSI, Federasi Sepak Bola Indonesia itu juga menjelaskan bagaimana prosedur untuk menghentikan laga apabila terdapat aksi rasis dari suporter.

Apabila pengawas pertandingan mendengar nyanyian atau membaca tulisan rasis dari suporter, ia berwenang memberitahukan kepada wasit cadangan.

Selanjutnya, wasit cadangan atau fourth official itu akan meneruskan informasi kepada wasit.

Wasit menjadi pihak yang berhak menghentikan laga tersebut setelah mendapat masukan dari pengawas pertandingan dan wasit cadangan.

Sang pengadil juga berhak menentukan berapa lama laga tersebut akan dihentikan.

Halaman
12
Editor: oda
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved