Gunungkidul

Musim Hujan Diprediksi Mundur, Petani di Gunungkidul Tetap Lakukan Tradisi Awu-awu

Dengan cara ini petani dapat menghemat biaya dan tenaga, saat musim hujan datang tinggal menunggu benih tumbuh.

Musim Hujan Diprediksi Mundur, Petani di Gunungkidul Tetap Lakukan Tradisi Awu-awu
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Masyarakat Gunungkidul lakukan awu-awu, atau kegiatan menyebarkan benih ke ladang dan menunggu akan datangnya musim hujan.

Kegiatan tersebut dilakukan walaupun musim hujan pada tahun 2018 diprediksi akan mundur.

Hujan pertama diprediksi akan turun pada awal november esok.

Baca: Percantik Pintu Masuk ke Gunungkidul, Pemkab Akan Bangun Taman di Patuk

Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul, Raharjo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi perihal mundurnya musim hujan pada tahun ini.

Ia mengatakan pada musim hujan yang akan turun pada Bulan November esok diawali di bagian utara Gunungkidul seperti di daerah Ngawen, Gedangsari, Patuk, Semin, Wonosari bagian utara, Semanu bagian utara, Ponjong Bagian Utara.

"Kemudian disusul Gunungkidul selatan seperti Saptosari, Paliyan, Panggang, Tepus, Girisubo, Wonosari selatan, Playen," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (10/10/2018).

Ia mengatakan petani yang sudah melakukan persiapan adalah petani yang berada di bagian selatan yang telah mempersiapkan ladang mereka.

"Awu-awu itu sendiri adalah cara khas bercocok tanam di Gunungkidul yang telah dilakukan secara turun-temurun," jelasnya.

Raharjo mengatakan cara awu-awu tidak pernah diajarkan di bangku perkuliahan, dengan cara ini petani dapat menghemat biaya dan tenaga, saat musim hujan datang tinggal menunggu benih tumbuh.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved