Wilayah Indonesia Rawan Gempa Bumi, Seperti Ini Penjelasan BMKG
Dilansir Tribunjogja.com melalui situs resmi BMKG, secara garis besarnya karena tiga hal.
Penulis: Hanin Fitria | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa bulan terakhir, sejumlah bencana gempa bumi terjadi di beberapa daerah Indonesia.
Dua bencana alam gempa bumi yang paling hebat terjadi Nusa Tenggara Barat, yaitu Lombok dan Sulawesi Tengah, yaitu di wilayah Palu dan Donggala.
Selain dua gempa tersebut, beberapa daerah lain juga mengalami gempa bumi, namun dengan skala yang tidak terlalu besar.
Lantas mengapa Indonesia rawan terhadap gempa bumi?
Dilansir Tribunjogja.com melalui situs resmi BMKG, secara garis besarnya karena tiga hal.
Ketiga hal tersebut yaitu:
1. Kulit Bumi tidak bulat utuh tetapi tersusun atas beberapa lempeng tektonik mirip cangkang kulit telur yang retak-retak.
Lembar “cangkang” inilah yang disebut lempeng tektonik.
Gempa itu terjadi di pertemuan lempeng-lempeng tektonik karena mereka saling bergerak.
2. Aktivitas kegempaan di Indonesia secara umum di kontrol oleh aktifitas 3 lempeng tektonik.
Lempengan tersebut yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudera Indo-Australia dan Lempeng Samudera Pasifik
3. Indonesia berada di lokasi Ring Of fire atau “Cincin Api”.
Sehingga wajar jika negara Indonesia sering mengalami gempa.
Oleh karena itu BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dengan mengenali potensi gempa dan tsunami di wilayah masing-masing.
Selain itu BMKG juga mengimbau agar masuarakat belajar tentang mitigasi bencana jika terjadi gempa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gempa-di-indonesia_20181002_061409.jpg)