Perbankan

BI Minta Perbankan Waspadai Pelemahan Rupiah

Dunia perbankan di DIY, harus waspada menghadapi dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

BI Minta Perbankan Waspadai Pelemahan Rupiah
Kompas
Ilustrasi nilai tukar rupiah 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM - Dunia perbankan di DIY, harus  waspada menghadapi dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Meskipun berbagai pihak mengklaim bahwa perbankan DIY belum merasakan dampaknya, namun dalam jangka panjang bukan tidak mungkin tekanan pelemahan rupiah juga akan dirasakan oleh dunia perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Budi Hanoto belum lama ini memperingatkan bahwa, dengan melihat kondisi perekonomian global yang terjadi saat ini, semua pihak mesti berwaspada, tak terkecuali perbankan mengingat dampak ekonomi yang diakibatkan dari pertikaian dua raksasa ekonomi antara AS dan Tiongkok.

Baca: Universitas Amikom Lepas Tiga Tim Delegasi Amikom dalam Asia Pasific ICT Award 2018

Kondisi tersebut mengakibatkan suatu resiko yang menjadikan nilai tukar rupiah menjadi anjlok hingga menyentuh angka di atas Rp15 ribu per dolar AS.

"Kondisi ini membuat kita semua harus aware, tantangan perbankan begitu berat kedepannya," kata Budi.

Posisi transaksi berjalan (current account) Indonesia saat ini, sambungnya, meskipun tengah mengalami defisit di bawah tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) yang mana berarti masih dalam kondisi aman, namun hal itu patut untuk diwaspadai.

"Dan situasi ini memang tidak ringan bagi perbankan dalam menjalankan bisnisnya," tambahnya. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved