Kota Yogyakarta

Kenalkan Anak dengan Tokoh Wayang Melalui Mural

Kawasan ramah anak Srikandi Gatot Kaca yang dibuat oleh PG-TK-SD Pangudi Luhur untuk memeriahkan HUT Kota Yogyakarta yang ke 262.

Kenalkan Anak dengan Tokoh Wayang Melalui Mural
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Seorang pemeran menggunakan kostum srikandi saat acara peresmian kawasan ramah anak di kawasan sekolah Pangudi Luhur, jalan Ibu Ruswo, kota Yogyakarta, Senin (8/10/2018). Kawasan yang diberi nama Kawasan Ramah Anak Gatotkaca- Srikandi tersebut dihiasi dengan beragam mural karya para siswa dan wali murid. 

TRIBUNJOGJA.COM - Warna-warni mural, dengan berbagai macam gambar menghiasi setiap sudut gang menuju PG-TK-SD Pangudi Luhur dan Kecamatan Gondomanan.

Maskot Srikandi Gatot Kaca, serta puluhan hiasan caping, kipas dari bambu, payung-payung kecil, menghiasi setiap sudut gang.

Baca: Dari Lakon Rama-Sinta Hingga Atraksi Sepeda Low Rider Meriahkan Wayang Jogja Night Carnival

Menariknya lagi, semua mural dan hiasan tersebut dikerjakan oleh tangan-tangan murid PG-TK-SD, Guru, Orangtua Murid, siswa SMA, Mahasiswa secara suka rela dan gotong royong.

Itulah, kawasan ramah anak Srikandi Gatot Kaca yang dibuat oleh PG-TK-SD Pangudi Luhur untuk memeriahkan HUT Kota Yogyakarta yang ke 262.

Anastasia Arum Sari D, selaku Kepala Sekolah PG dan TK Pengudi Luhur Yogyakarta mengungkapkan jika pembuatan mural tersebut tidaklah direncanakan sebelumnya dan dikerjakan untuk memeriahkan HUT Kota Yogyakarta.

Dia mengungkapkan jika awalnya, sekitar satu minggu yang lalu Camat Gondomanan menghubungi pihaknya untuk menghias gang Srikandi Gatot Kaca dengan hiasan-hiasan.

Namun, karena dia ingin sesuatu yang lebih menarik dan tidak hanya sekedar hiasan, maka dia membuat panitia kecil yang terdiri dari guru, orangtua untuk secara bersama-sama membuat mural.

"Saya sempat pergi ke Malang dan melihat kampung warna-warni. Dari sana langsung kepikiran kenapa tidak kita buat mural di seputaran gang ini. Kalau hanya hiasan kurang meriah. Saya sampaikan ide tersebut dan membuat panitia kecil," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Dia mengatakan, dalam pengerjaannya tidak sampai satu minggu dan dikerjakan dari pagi hingga pagi lagi secara bergantian.

"Untuk pengerjaan bergantian. Ada yang bisa siang, ada yang bisa malam. Bahkan yang malam mengerjakan sampai dengan jam 04.30. Murid kita juga kita libatkan untuk mengecat. Untuk yang SD kita juga berikan ruang untuk menggambar mural," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved