Kota Yogya

Kemeriahan Grebeg Santri di Jalan Malioboro, Gambarkan Perjalanan Pesantren di Indonesia

Kemeriahan Grebeg Santri di Jalan Malioboro, Gambarkan Perjalanan Pesantren di Indonesia

Kemeriahan Grebeg Santri di Jalan Malioboro, Gambarkan Perjalanan Pesantren di Indonesia
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kemeriahan Grebeg santri di jalan Malioboro, Minggu (07/10/2018) 

Menurutnya, momentum hari santri perlu sandingkan dengan gerakan faham kebangsaan. Mengingat spirit nasionalisme merupakan bagian dari iman yang perlu digelorakan.

"Islam dan ajarannya tidak mungkin bisa diperjuangkan tanpa tanah air. Karena itu Islam harus bersanding dengan faham kebangsaan," katanya.

Baca: Grebeg Santri Akan Padati Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Ngarso Dalem mengungkapkan bahwa saat ini santri berada di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dalam kemajuan yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya.

Dunia maya, menurut Sultan, memiliki aspek kemanfaatan sekaligus kemudaratan. Karena kehadiran internet bisa digunakan sebagai dunia dakwah dan kemajuan Islam.

Namun di sisi lain, kehadiran internet bisa juga digunakan untuk merusak martabat dan harga diri seseorang dengan menyebar kebohongan.

"Melalui Grebeg Santri, diharapkan dapat meningkatkan jiwa nasionalisme. Menampilkan kreasi Indonesia yang kaya akan budaya. Sehingga sangat perlu dilestarikan dan dijaga," tuturnya. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved