Pentas Amal Sulteng di Kampayo XT Square Donasi Terkumpul Rp 10.956.000

Pentas amal untuk Sulteng yang digelar Solidaritas Seniman Jogja semalam (4/10) di Kampayo XT Square berlangsung meriah.

Pentas Amal Sulteng di Kampayo XT Square Donasi Terkumpul Rp 10.956.000
Istimewa
Konser amal di Kampayo XT Square 

TRIBUNJOGJA.COM - Pentas amal untuk Sulteng yang digelar Solidaritas Seniman Jogja semalam (4/10) di Kampayo XT Square berlangsung meriah.

Pentas yang disaksikan 200-an penonton berlangsung selama empat jam penuh menampilkan puluhan musisi Yogyakarta termasuk group band dari negeri Belanda.

Pentas dibuka penampilan solo gitar Petruk Gandrung melantunkan sejumlah lagu pop Indonesia, disusul SueMe band dari Eindhoven Belanda. SueMe yang terdiri dari Sander Borgers (gitar), Akko Goldenbeld (bass), Eric Swinkels (keyboard), David Gerards (drum) dan André Wiersma(vocal) bermain bagus.

Sander dan Akko dikabarkan merupakan dosen musik. Mengusung genre musik psychedelic spacerock penampilan SueMe menarik perhatian penonton yang sebagian besar diantaranya adalah kalangan seniman. Bahkan penonton mendaulat SueMe menambah waktu tampil meski lagu terakhir telah selesai dibawakan.

Pentas dilanjut dengan penampilan Power Princess Violin yang terdiri dari empat remaja putri yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Mereka tak sekedar bermain musik melainkan juga menari dengan gerakan yang rancak dan dinamis.

Penampilan selanjutnya bergiliran yakni pelantun lagu-lagu balada Doni Suwung, atraksi sulap dari Komunitas Magic Jogja, Sirkus Barock, ditutup solo gitar Sri Krishna.

Pentas amal yang dipandu Anang Batas, Eko Bebek dan Alit Jabangbayi berhasil mengumpulkan donasi uang sebanyak Rp 10.956.000,-

Donasi langsung diserahkan penyanyi senior Wurry Oene kepada Hendrawan selaku pengurus asrama mahasiswa Sulteng di Yogyakarta.

Bagus Mazazupa salah satu personil Sirkus Barock mengucapkan terimakasih atas dukungan para penonton yang hadir menyaksikan pentas dari awal hingga akhir serta ikut menyumbangkan donasinya.

Hal terpenting menurutnya bukan dari sisi besaran jumlah sumbangan melainkan keikhlasan sekaligus kekuatan do'a dari siapun agar saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang tengah tertimpa musibah bencana alam diringankan beban hidupnya. (rls)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved