Kota Yogya

Pemkot Yogya Kaji Terkait Pelunasan Tunggakan BPJS Warganya

Hingga saat ini pasien BPJS masih dominan di RS Jogja yakni sebesar 90 persen dari total keseluruhan pasien.

Pemkot Yogya Kaji Terkait Pelunasan Tunggakan BPJS Warganya
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat menjelaskan, mengenai kebijakan Pemkot Surabaya untuk membiayai iur warga tidak mampu dalam BPJS kelas III.

"Setiap masyarakat miskin kota dibuktikan KMS, maka Pemkot mempunyai kewajiban membayar iurnya," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Baca: Peringati Serbuan Kotabaru, Pemkot Yogya Adakan Beragam Kegiatan

Ia menegaskan, bagi warga tidak mampu yang sebelumnya tekah menjadi peserta BPJS secara mandiri dan masih memiliki tunggakan, maka warga yang bersangkutan memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakannya tersebut.

"Kalau yang mandiri kewajibannya dipenuhi dulu (melunasi tunggakan), baru cut off, kemudian dibayarkan Pemkot," ujarnya.

Adapun prosedur yang dilakukan ketika melakukan cut off adalah melaporkan statusnya tersebut kepada BPJS.

"Tapi harus dipastikan, KMS atau bukan. Dasarnya itu," ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RS Jogja ini mengatakan, bahwa hingga saat ini pasien BPJS masih dominan di RS Jogja yakni sebesar 90 persen dari total keseluruhan pasien.

"Namun memang ada penurunan 30-40 persen untuk rujukan spesialis. Sementara itu selain di RS Jogja, di RS Pratama serta Puskesmas sebagai faskes pertama juga ramai dengan pasien BPJS," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebutkan masih akan melakukan kajian terkait warga tidak mampu yang akan seluruh iurnya ditanggung Pemkot Yogya melalui APBD.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved