Dirjen IKM Bimtek di Ponpes untuk Produksi Busana Muslim

Dirjen IKM Bimtek di Ponpes untuk Produksi Busana Muslim Sehingga Santri bisa Jadi Enterpreneur.

Dirjen IKM Bimtek di Ponpes untuk Produksi Busana Muslim
Humas Kemenperin RI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai membuka secara resmi gelaran Indonesia Moslem Fashion Expo 2018 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (1/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM - Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih Gati mengatakan upaya menumbuhkan IKM fesyen muslim di Indonesia, pihaknya telah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Produk IKM Busana Muslim di Pondok Pesantren (Ponpes).

Salah satunya di Ponpes Bahrul Ulum Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Agustus 2018. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Santripreneur.

“Kami membina santri di Ponpes dalam bidang pembuatan busana muslim. Hal ini dilakukan karena industri busana muslim Indonesia sedang merangkak naik seiring semakin luasnya pasar dan meningkatnya jumlah penduduk muslim di dunia,” ungkapnya.

Gati mengatakan, Ponpes berperan penting dalam upaya menumbuhkan wirausaha baru termasuk sektor IKM sehingga dapat mewujudkan kemandirian industri nasional.

“Karena kami melihat potensi besar dari kelembagaan dan sumber daya manusia di pondok pesantren,” tuturnya.

Baca: Lestarikan Batik Lewat Youth Celebrate Batik Day

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum menjelaskan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin memiliki target 20.000 wirausaha baru pada akhir 2019.

“Dalam kurun waktu tahun 2013-2015, Ditjen IKM telah membina beberapa pondok pesantren dengan pelatihan yang tematik disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi unit industri yang ada di ponpes,” ujarnya.

Untuk itu, Kemenperin menggelar berbagai program Bimtek guna menciptakan SDM yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan industri dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional, seperti melalui Bimtek IKM Busana Muslim di Ponpes Bahrul Ulum yang diikuti sebanyak 20 santri.

Dalam bimtek tersebut, Ditjen IKM memfasilitasi pemberian bantuan mesin dan peralatan produksi yang diserahkan kepada Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai upaya menumbuhkan startup atau sirausaha baru IKM di lingkungan Ponpes.

“Fasilitasi tersebut, antara lain meliputi mesin jahit high speed, mesin jahit portable, mesin obras, mesin jahit bordir manual dan mesin potong kain,” sebutnya.

Ratna berharap melalui kegiatan itu mampu mengembangkan kualitas SDM di lingkungan Ponpes khususnya keterampilan di industri fesyen. Sehingga dapat mamacu penciptaan lapangan kerja, baik itu untuk para santri maupun orang lain.

“Nantinya diharapkan pula berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat yang mandiri dan profesional, sebagai sarana penyebaran informasi bisnis dan teknologi serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri sebagai cikal bakal wirausaha baru,” imbuhnya.(tribunjogja)

Penulis: vim
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved