Hari Batik Nasional

Ajari Batik Generasi Muda Harus dengan Cara Menarik

Ajari Batik Generasi Muda Harus dengan Cara Menarik. Batik Merupakan Warisan Nenek Moyang yang Harus Dilestarikan.

Ajari Batik Generasi Muda Harus dengan Cara Menarik
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Bambang saat mengajari GM Angkasa Pura I dan murid SD membatik di hari batik yang jatuh pada 2 Oktober, Selasa (2/10/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM – Dengan telaten, dengan jari-jari yang tidak lagi muda, Bambang dengan sabar memberikan arahan mengenai cara membatik yang benar kepada anak-anak SD serta pengguna Bandara Adisutjipto yang tengah beraktifitas di hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober ini.

Dia ajarkan satu persatu orang yang ingin mengetahui proses pembuatan batik yang merupakan warisan nenek moyang.

Baginya, berbagi ilmu apalagi yang berhubungan dengan budaya Indonesia menjadi suatu keharusan.

Bambang mengaku sudah 25 tahun menekuni dunia batik dan saat ini sudah memiliki brand batik sendiri, yakni Nakula Sadewa yang juga diambil dari nama kembar anaknya.

Baca: Kementerian Perindustrian Dorong IKM Tingkatkan Produktivitas Produksi Batik

“Generasi muda khususnya, anak-anak harus tahu dan tertarik dengan batik. Batik merupakan kebanggaan bangsa kita,” ungkapnya.

Bambang mengaku, sudah melalang buana kesana-kesini untuk bisa menyebarkan ilmunya. Dia mengaku sudah pernah menyambangi Jambi, Pontianak, Madura, Situbondo. Bahkan, batiknya sudah mampu menjangkau 32 negara.

Bagi Bambang, mengajari generasi muda untuk membatik harus dilakukan dengan cara yang paling mudah terlebih dahulu.

Apalagi untuk anak SD, proses yang harus ditempuh adalah dengan merebut hatinya terlebih dahulu, yakni dengan cara mewarnai batik.

“Yang terpenting, kita rebut hatinya terlebih dahulu. Supaya anak tidak jenuh kita perkenalkan dengan hal yang paling dekat dengannya, yakni mewarnai. Kalau anak sudah suka, nanti kita akan tingkatkan. Jadi harus bertahap,” terangnya. 

Bambang mengungkapkan, proses canting yang diperlukan ketelitian dan kesulitan harusnya dalam pembelajaran diajarkan di akhir.

Dia menerangkan, untuk saat ini jumlah generasi muda yang semakin tertarik dengan batik juga semakin banyak.

Perhatian pemerintah tentang batik pun juga kian meningkat.

“Batik saat ini dari sisi pemakaian sudah bisa dipadu-padankan dengan kain lain. Ketertarikan generasi muda saya kira juga sudah cukup meningkat. Saya harap semakin banyak pula generasi kita yang tertarik untuk melakukan usaha di bidang batik,” jelasnya. (tribunjogja)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved