Bisnis

Bank Jateng Cabang Yogya Resmikan Pelayanan Devisa

Layanan ini diharapkan bisa memfasilitasi para pengusaha yang berorientasi ekspor-impor maupun para pelaku UMKM.

Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno (kiri) foto bersama usai menyerahkan secara simbolis tanda peresmian layanan devisa Bank Jateng Cabang Yogyakarta kepada para nasabah, Jumat (28/9/2018) di The Alana Hotel. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng, memperluas fitur pelayanan mereka di cabang Yogyakarta dengan resmi membuka layanan luar negeri atau pelayanan devisa.

Peresmian secara simbolis dilakukan di The Alana Hotel Yogyakarta, Jumat (28/9) bersamaan dengan gelaran seminar bertajuk “Peluang dan Tantangan Perdagangan Internasional di Yogyakarta”.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno menyatakan, DIY merupakan satu dari beberapa sentra bisnis, pariwisata, dan pendidikan di Indonesia yang mana hampir terdapat 60 persen mahasiswa asal Jateng yang mengampu pendidikan di Kota Jogja.

"Oleh karena itu DIY memang menjadi bagian dari upaya kita untuk meningkatkan pelayanan di Jogja, termasuk layanan yang baru kita launching yakni layanan devisa," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Dengan adanya pelayanan tersebut di Bank Jateng cabang Yogya, ia berharap bisa memfasilitasi para pengusaha yang berorientasi ekspor-impor maupun para pelaku UMKM.

"Dan kedepan lewat dibukanya bandara baru di Kulonprogo akan membuka potensi yang cukup besar, sehingga kita membuka layanan itu di cabang Yogya," tambahnya.

Hingga saat ini, telah terdapat tujuh cabang Bank Jateng yang melayani layanan luar negeri atau devisa dengan unit pelayanan berupa ekspor-impor, giro valas, deposito valas, remittance, western union, coney changer, dan SKBDN.

"Kita akan lebih kembangkan layanan remittance atau pembayaran jasa tenaga kerja luar negeri dan layanan perdagangan yang menggunakan letter of credit, karena biasanya masih jarang dari para pelaku usaha yang mengetahui proses itu," sebutnya.

Sementara, Kepala Cabang Bank Jateng Yogyakarta, Mukti Ali Santoso menargetkan volume transaksi hingga sebesar US$1 juta hingga akhir tahun ini.

Dia menyebut, pada saat ini pihaknya lebih cenderung akan mengedukasi dan memperkenalkan layanan baru tersebut dahulu kepada masyarakat Yogya.

"Karena sebenarnya layanan ini akan kita luncurkan pada awal tahun depan, tapi karena melihat perkembangan kebutuhan pasar kita perkenalkan lebih dulu. Namun tahun depan dengan adanya bandara baru kita akan optimalkan pencapaian lebih dari target tersebut," imbuhnya.

Ali juga berharap perekonomian Indonesia terkhususnya DIY bisa dalam keadaan kondusif pada tahun mendatang, karena layanan tersebut sangat berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved